JOGJAGRID.COM : Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengajak para seniman dan praktisi budaya dari kawasan Pasifik yang mengikuti program residensi untuk mengenal lebih dekat kekayaan tradisi Nusantara sekaligus bertindak sebagai duta budaya sekembalinya ke negara asal mereka. Hal tersebut diungkapkan dalam perhelatan seminar internasional Indonesia-Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026 yang dihelat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Rabu (15/10/2026).
Menurut Fadli, program residensi yang mempertemukan 47 seniman dari delapan negara Pasifik serta sembilan provinsi di Indonesia ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang pertunjukan seni, melainkan wadah pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan. Melalui pembauran langsung dengan komunitas lokal dan lingkungan kampus selama sepuluh hari, para peserta dapat saling belajar mengenai tradisi masing-masing. "Kita harapkan mereka mengenal budaya Indonesia juga, mereka cinta Indonesia, dan mudah-mudahan mereka juga menjadi duta-duta budaya kita. Di samping itu, mereka juga berbagi budaya dan tradisi mereka," ungkap Fadli.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Indonesia memposisikan diri sebagai mitra yang setara dalam membangun jembatan kebudayaan antara Asia Tenggara dan Pasifik, terlebih dengan terpilihnya Indonesia dalam Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda periode 2026–2030. Melalui kolaborasi seni musik dan kriya yang berakar dari kedekatan sejarah maritim kepulauan, Fadli berharap jalinan jejaring profesional antar-pelaku budaya ini dapat terus diperluas demi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kawasan.
