JOGJAGRID.COM : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta secara resmi menggelar sidang paripurna istimewa dengan agenda pengambilan sumpah jabatan Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa bakti 2024–2029 pada Senin (19/10). Pelantikan ini dilakukan guna mengisi kekosongan kursi legislatif menyusul wafatnya almarhum Adrian Subagyo pada pertengahan April lalu. Merujuk pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, kursi tersebut diisi oleh Hari Prastowo Aditya Putra yang merupakan peraih suara sah terbanyak berikutnya dari daerah pemilihan dan partai politik yang sama.
Sidang paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Yogyakarta, FX Wisnu Sabdono Putro, tersebut dilangsungkan setelah seluruh rangkaian verifikasi dokumen serta persyaratan administratif dinyatakan rampung. Wisnu mengungkapkan bahwa pihaknya langsung mengagendakan rapat pelantikan begitu Surat Keputusan Gubernur resmi diterbitkan. "Hari ini kita mengambil sumpah pengganti antar waktu (PAW) sisa jabatan 2024-2029. Seperti kita tahu pada 11 April 2026 lalu, rekan kita yakni Adrian Subagyo meninggal dunia. Ada beberapa tahapan syarat dan verifikasi dokumen PAW. Sehingga begitu ada Keputusan Gubernur Nomor 330 tahun 2026 tentang peresmian pengangkatan pengganti antar waktu masa jabatan 2024-2029, kami gelar sidang paripurna dengan agenda pengucapan sumpah," terang Wisnu di hadapan para peserta sidang. Disamping itu, ia turut menyampaikan apresiasi atas jasa almarhum Adrian Subagyo serta menaruh harapan besar agar Hari Prastowo mampu bekerja optimal sebagai representasi rakyat.
Sementara itu, Hari Prastowo menyatakan kesiapannya untuk segera beradaptasi dengan ritme kerja baru serta melanjutkan kerja-kerja kedewanan yang sebelumnya diampu oleh pendahulunya. Ia menyebutkan fokus utamanya akan diarahkan pada bidang tugas yang berada di bawah lingkup Komisi C. "Saya akan berkoordinasi dengan fraksi dan juga partai untuk ketugasan. Tetapi tentunya melanjutkan apa yang sudah dijalankan oleh Mas Subagyo di Komisi C yang membawahi bidang pembangunan, infrastruktur, transportasi, persampahan dan lainnya," ungkap Hari. Sebagai pendatang baru di gedung dewan, ia memproyeksikan proses penyesuaian diri akan memakan waktu sekitar satu bulan, seraya mulai membangun relasi dengan jajaran sekretariat dan rekan-rekan lintas fraksi.
Tidak hanya fokus pada fungsi legislatif, Hari juga berkomitmen untuk menjalin kolaborasi erat dengan insan media demi keterbukaan informasi publik kepada khalayak. Politisi yang juga aktif membina kelompok masyarakat akar rumput ini menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan mendengarkan keluh kesah warga di lapangan. "Saya butuh sinergi juga dengan rekan-rekan media, karena ketugasan apapun tanpa ada sinergitas juga tidak akan membuahkan hasil maksimal. Pesan atau aspirasi dari konstituen sebenarnya cukup sederhana. Kebetulan saya juga membawahi laskar yang mayoritas adalah masyarakat bawah, teman-teman yang biasa di lapangan. Harapan mereka agar selalu ada untuk masyarakat. Sederhana namun memiliki tanggung jawab besar. Harus bisa mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, bisa membersamai masyarakat dalam kondisi apa pun," tutupnya.
