Dominasi Baru Sepak Bola Putri Dasar: SD Tarakanita Bumijo I Rebut Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta
Dominasi Baru Sepak Bola Putri Dasar: SD Tarakanita Bumijo I Rebut Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta

Dominasi Baru Sepak Bola Putri Dasar: SD Tarakanita Bumijo I Rebut Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta


JOGJAGRID.COM :  Penyelenggaraan turnamen sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026-2027 resmi memuncak di Stadion Tridadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gelaran yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini melahirkan kejutan manis melalui hadirnya kampiun baru pada Kategori Kelompok Umur (KU) 10, yakni SD Tarakanita Bumijo I.

​Bermain impresif sepanjang turnamen, SD Tarakanita Bumijo I sukses menundukkan SD Muhammadiyah Sapen dengan skor 3-1 pada laga pamungkas. Gol pembuka dilesakkan Alisya Natalia Bandari pada menit ke-5, yang sempat dibalas oleh pemain SD Muhammadiyah Sapen, Gendhis Annara Putri Bazuni, pada menit ke-13. SD Tarakanita Bumijo I kembali menguasai laga pada babak kedua lewat dwigol tambahan dari Alisya di menit ke-24 dan 29. Keberhasilan ini kian sempurna setelah Alisya juga memborong predikat Top Skor KU 10 berkat torehan total 36 gol.

​Atas capaian tersebut, Alisya Natalia Bandari mengekspresikan rasa bangganya lantaran mampu membantu tim mengukir sejarah untuk pertama kalinya.

​“Saya bangga karena hari ini bisa bantu tim menjadi juara untuk pertama kalinya. Terus juga senang bisa mencetak banyak gol. Terima kasih kepada orang tua, pelatih, dan guru saya yang sudah mendukung saya latihan sepakbola. Ini hasil dari latihan giat saya di sekolah dan di SSB. Setelah ini, saya ingin terus berlatih lebih giat lagi supaya bisa menjadi seperti idola saya, Keysya (Arabella),” ujar Alisya usai laga.

​Lahirnya kekuatan baru ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto. Ia menilai bermunculannya juara baru menjadi sinyal positif peningkatan kualitas persaingan serta pemerataan ekosistem sepak bola putri.

​“Dari sisi kualitas kompetisi sudah bisa terlihat bahwa memang ada perkembangan di setiap serinya. Ini menunjukkan bahwa ekosistem kompetisi semakin terbentuk dan semakin bagus dengan munculnya sekolah-sekolah baru sebagai pemenang di tiap kota. Hal serupa juga terjadi di Semarang kemarin, di mana muncul sekolah-sekolah baru yang menjadi juara. Kita juga bisa melihat antusiasme sekolah yang mengikuti MilkLife Soccer Challenge (MLSC) masih sangat tinggi. Harapannya jumlah partisipasi sekolah-sekolah di MLSC terus bertambah,” tutur Welly.

​Berbeda dengan KU 10, kategori KU 12 justru menegaskan dominasi bertahan sang juara bertahan. SDN Muhammadiyah Sapen sukses mengamankan kembali gelar juara usai menumbangkan SDN Kalasan 1 lewat skor tipis 1-0. Gol tunggal pemutus kebuntuan dilesakkan Ralin Adiba Fitria Sanjaya pada menit ke-17 babak kedua.

​Kendati gagal membawa pulang trofi utama, Pelatih SDN Kalasan 1, Muhammad Arifin, menegaskan tidak terlalu meratapi kegagalan tersebut karena target timnya menembus partai final telah tercapai.

​“Kalau dari segi materi pemain, tim kami sangat layak juara. Dukungan dari luar, suporter, dan semua stakeholder sepak bola Jogja juga yakin kami bisa juara. Tetapi, keberuntungan memang tidak berpihak di final. Bagi saya, hasil hari ini bukan masalah karena yang penting anak-anak tetap semangat untuk latihan lebih keras lagi ke depan. Masih ada Seri 2 dan ada tahun-tahun berikutnya,” kata Arifin.

​Kekecewaan kubu SDN Kalasan 1 terobati lewat penganugerahan gelar Best Player KU 12 kepada sang pemain, Afita Nur Inderasari. Pemain muda tersebut mengaku terkejut sekaligus makin terpacu menatap karier sepak bola ke depan.

​"Sejujurnya saya tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan Best Player. Makanya ketika tahu saya dapat ini, senang banget karena ini hasil dari perjuangan keras saya latihan tiga kali seminggu. Saya belum puas dan masih ingin terus berproses lagi. Setelah ini semoga bisa terpilih ikut MLSC All-Stars dan lanjut ke Hydroplus Soccer League supaya nantinya bisa masuk tim nasional,” harap Afita.

​Turnamen yang juga memengetahkan Festival SenengSoccer KU 8 ini mencatatkan partisipasi total 1.292 atlet muda dari 76 SD dan MI, yang terbagi dalam 40 tim KU 10 serta 83 tim KU 12. Dihelat serentak di Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo, gelaran di Yogyakarta ini menjadi bagian dari peta jalan ekspansi seri 1 MLSC yang menyambangi 15 kota besar di Indonesia.

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.
Next
This Is The Current Newest Page