Bappenas Gandeng ISI Yogyakarta Tekan Angka Pengangguran Terpelajar Lewat Talent Fest 2026
Bappenas Gandeng ISI Yogyakarta Tekan Angka Pengangguran Terpelajar Lewat Talent Fest 2026

Bappenas Gandeng ISI Yogyakarta Tekan Angka Pengangguran Terpelajar Lewat Talent Fest 2026


JOGJAGRID.COM :  Kementerian PPN/Bappenas mengambil langkah konkrit dalam menanggulangi ancaman pengangguran terpelajar di Indonesia dengan menggandeng Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Melalui gelaran “Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus” yang berlangsung di Auditorium Concert Hall ISI Yogyakarta pada Rabu (2/9/2026), Bappenas berupaya memotong celah antara potensi akademis mahasiswa dan kebutuhan industri global. Langkah ini fokus pada optimalisasi ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang mencakup tiga sektor strategis, yaitu riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga.

​Guna memastikan lulusan perguruan tinggi tidak terserap sia-sia, Bappenas memosisikan kampus bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan sebagai wadah pembentukan portofolio dan pematangan kompetensi yang terstruktur. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menegaskan bahwa Bappenas bertindak sebagai orkestrator yang menjembatani kebijakan pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Sinergi ini dirancang agar setiap talenta muda terdata dan terbina secara berkesinambungan, sehingga mampu langsung bersaing di pasar kerja maupun panggung internasional tanpa harus mengalami masa menganggur pascakelulusan.

​Dukungan penuh disampaikan oleh Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi, yang menilai bahwa keterlibatan aktif industri dan pemerintah di dalam kampus adalah kunci utama menciptakan lulusan yang siap pakai dan bernilai tinggi. Pembuktian suksesnya pembinaan talenta ini juga ditunjukkan melalui Sesi Talenta Bicara dan diskusi panel yang menghadirkan deretan tokoh inspiratif dunia. Mulai dari akademisi unggulan seperti Prof. Abdul Rohman dan Prof. Kuwat Triyana yang masuk dalam jajaran peneliti terbaik dunia, atlet difabel berprestasi Adyos Astan, hingga praktisi industri kreatif seperti Muhammad Abe Baasyin dan Joned Suryatmoko. Kehadiran para praktisi dan pakar ini memberikan gambaran nyata bagi para mahasiswa mengenai standar kapasitas dan profesionalisme yang dibutuhkan untuk menembus karier global.

​Melalui sinergi lintas sektor yang dimotori oleh Bappenas, program ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang berdaya saing tinggi dan bebas dari risiko pengangguran terpelajar. Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas, Didik Darmanto, menegaskan bahwa penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi akan terus diakselerasi. Komitmen bersama ini menjadi fondasi penting untuk memastikan seluruh potensi talenta muda Indonesia terarah dan terfasilitasi dengan baik demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.
Next
This Is The Current Newest Page