JOGJAGRID.COM — Langkah sigap pemerintah dalam menangani bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui percepatan pengiriman bantuan logistik serta pemanfaatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi. Penggunaan perangkat militer dinilai menjadi strategi yang efektif dan rasional untuk menembus keterbatasan aksesibilitas menuju wilayah-wilayah terdampak yang terisolasi dari jalur darat.
Dalam penanganan tanggap darurat ini, koordinasi intensif terus dilakukan untuk menyalurkan ratusan ton bantuan ke titik-titik pengungsian. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya turut mengoordinasikan pengiriman bantuan logistik yang telah mencapai total sekitar 253 ton. Bantuan berskala besar tersebut mencakup pasokan obat-obatan, bahan makanan, air minum, tenda darurat, pakaian layak pakai, hingga berbagai perlengkapan vital yang dibutuhkan para pengungsi.
Akademisi dari Universitas Widya Mataram, Nur Amala Saputri, menganggap bahwa pengerahan alutsista dan pengiriman bantuan logistik dalam jumlah besar merupakan bentuk respons awal yang sangat tepat dari pemerintah. Pemanfaatan armada militer menjadi kunci utama ketika infrastruktur darat mengalami kerusakan hebat atau sulit dijangkau secara konvensional.
"Penggunaan alutsista dan pengiriman logistik dalam jumlah besar dapat menjadi langkah awal yang efektif ketika akses menuju lokasi terdampak bencana sulit dijangkau melalui jalur darat," ujar Nur Amala Saputri.
Kendati demikian, Nur Amala menekankan bahwa keberhasilan tanggap bencana tidak hanya berhenti pada tahap pengerahan armada dan pengumpulan bantuan. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan berkelanjutan pada tahapan penyaluran agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh para korban. Menurutnya, ukuran efektivitas penanganan bencana yang sebenarnya terletak pada ketepatan dan kecepatan mekanisme distribusi di lapangan.
"Namun, efektivitas penanganan bencana tetap ditentukan oleh sejauh mana bantuan tersebut mampu menjangkau masyarakat secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," tegasnya.
Melalui sinergi antara keandalan armada alutsista dan pemantauan distribusi yang presisi, proses pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta menjamin seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi tanpa kendala.
