Persaingan Sengit Rider Elite Warnai Seeding Run 76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul
Persaingan Sengit Rider Elite Warnai Seeding Run 76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul

Persaingan Sengit Rider Elite Warnai Seeding Run 76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul


JOGJAGRID.COM – Putaran pembuka kejuaraan balap sepeda menuruni gunung bergengsi, 76 Indonesian Downhill 2026, resmi bergulir di lintasan Bukit Hijau Bike Park, Bantul, Yogyakarta. 

Memasuki sesi seeding run yang digelar pada Sabtu, perebutan posisi di antara para pesepeda ekstrem nasional berjalan sangat ketat, terutama pada kategori elite yang masih menyisakan peluang lebar bagi siapapun. 

Pencapaian status sebagai yang tercepat dalam sesi ini menjadi modal yang sangat krusial bagi para pembalap demi menentukan strategi dan posisi start pada babak final run yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu besok.

Sebanyak 129 downhiller saling adu kecepatan dan ketangkasan dalam menaklukkan medan berat Bukit Hijau Bike Park yang terbagi ke dalam 10 kategori perlombaan. Tiga di antaranya merupakan kategori prestasi utama, yakni Men Elite, Women Elite, dan Men Junior. Pada kelas Men Elite, pembalap Putra Ganda Arrozak yang bernaung di bawah bendera IBS Cor Logam - ISSI Sumsel berhasil merebut peringkat teratas setelah membukukan catatan waktu 2 menit 43.966 detik. 

Sementara itu, kategori Women Elite dipimpin oleh Milatul Khaqimah dari Nokeproof Axess Racing Team yang menorehkan waktu 3 menit 10.882 detik, sedangkan di kelas Men Junior, nama Dimas Aradhana keluar sebagai yang tercepat dengan performa gemilang lewat catatan waktu 2 menit 40.181 detik.

Menurut penjelasan Event Director 76 Indonesian Downhill, Aditya Nugraha, sirkuit baru di Bukit Hijau Bike Park ini menyuguhkan tingkat kesulitan dan tantangan segar yang belum pernah dijumpai pada edisi-edisi tahun sebelumnya. 

Jarak lintasan yang mencapai 1.650 meter ditambah dengan sudut kemiringan tanah yang sangat curam membuat peta persaingan para atlet downhill papan atas tanah air menjadi lebih berimbang dan kompetitif. 

Sejauh ini belum ada satu pun pembalap yang mendominasi jalannya lomba, sehingga peluang untuk naik ke podium tertinggi pada seri perdana ini masih terbuka bagi seluruh peserta.

“Dari jalannya seeding run hari ini sebenarnya agak di luar ekspektasi. Kami memperkirakan waktu di kisaran tiga menit, tapi ternyata ada yang bisa menembus 2 menit 38 detik. Bahkan, catatan waktu kelas junior malah bisa lebih kencang dibanding kelas elite. Kami masih penasaran dengan strategi para rider kelas elite. Apakah mereka tadi sengaja menahan tenaga atau sedang berstrategi? Gambaran persaingan yang sebenarnya baru akan terlihat jelas di final besok,” urai Aditya Nugraha panjang lebar mengenai jalannya kualifikasi.

Aditya menambahkan bahwa kompetisi 76 Indonesian Downhill periode ini memang sengaja dikonsep dengan rancangan jalur yang jauh lebih ekstrem demi mendongkrak kapabilitas serta kualitas bertanding para pembalap lokal di kancah internasional. Pemilihan area Bukit Hijau Bike Park dinilai sangat ideal karena bukan hanya memiliki karakteristik trek yang sangat menguji ketahanan, melainkan juga telah mengantongi lisensi resmi kategori C1 dari federasi sepeda dunia, Union Cycliste Internationale atau UCI.

“Lokasi ini juga adalah bentuk pengejawantahan dari pengamatan kami di SEA Games dan Kejuaraan Dunia. Lintasan di sini bisa dibilang ‘kejam’ untuk rider maupun sepedanya. Terbukti dari sesi latihan sampai seeding run banyak yang mengalami kendala teknis seperti rantai lepas, atau RD rusak. Dengan elevasi ekstrem, highspeed, dan obstacle curam, track ini sangat challenging. Kami ingin meningkatkan standar kualitas atlet downhill melalui lintasan yang lebih menantang,” tutur Aditya Nugraha memungkasi penjelasannya.

Keganasan medan sirkuit Bukit Hijau Bike Park juga diamini oleh penguasa seeding run kelas Men Elite, Putra Ganda Arrozak. Ia mengungkapkan bahwa dirinya harus ekstra fokus menjaga keseimbangan dan kelincahan dalam menentukan jalur sepeda agar tidak tergelincir keluar dari lintasan utama.

“Track-nya benar-benar curam dan high speed ya. Tanahnya juga keras, jadi kalau terlalu nge-rem malah sepedanya makin lari. Jadi harus pintar memilih ban dan mengatur tekanan. Kuncinya di seeding run ini ada di pemilihan line yang pas,” ungkap Putra Ganda Arrozak mengenai rahasia keberhasilannya memimpin catatan waktu.
Menatap balapan penentu esok hari, Putra Ganda mengaku sangat optimistis mampu mempertahankan posisinya sekaligus mengatasi gempuran dari para rival terdekatnya. 

“Untuk besok final run, saya akan tetap gas pol tapi juga tetap waspada. Yang penting sekarang tenang, memaksimalkan setting sepeda, dan semoga cuaca juga mendukung,” kata Putra Ganda Arrozak menambahkan.

Nada serupa turut disampaikan oleh jawara seeding run kategori Women Elite, Milatul Khaqimah. Bagi atlet yang pernah menduduki podium tertinggi dengan raihan medali emas pada Kejuaraan Asia 2024 di Malaysia tersebut, balapan kali ini merupakan pengalaman pertamanya dalam menaklukkan jalur sepeda di Bukit Hijau Bike Park. Sifat lintasan yang sangat ekstrem disertai berbagai rintangan buatan menuntut kematangan teknik yang tinggi dari seorang pembalap untuk bisa keluar sebagai pemenang. Kendati mengakhiri sesi kualifikasi di tempat terdepan, ia berambisi mempertajam catatan waktunya pada babak final run esok hari.

“Menurut saya lintasannya cukup curam dan sangat lengkap fiturnya, mulai dari drop sampai rock garden. Di seeding run tadi saya baru pakai 80 persen tenaga, jadi untuk final besok saya optimis masih bisa lebih nge-push lagi untuk mengejar target waktu tiga menit pas,” jelas Milatul Khaqimah.

Ajang balap sepeda gunung 76 Indonesian Downhill Seri Pertama di Yogyakarta ini dipastikan akan berlangsung semakin memanas pada hari Minggu besok ketika seluruh peserta mencurahkan segenap kemampuan terbaik mereka demi merengkuh gelar juara di ajang bergengsi berkategori internasional C1 UCI ini. Jalannya persaingan yang mendebarkan ini dapat dinikmati oleh para pencinta olahraga ekstrem baik dengan datang langsung ke sirkuit maupun melalui tayangan siaran langsung di internet lewat tautan resmi di halaman http://www.76rider.com/live.

Berdasarkan lembar hasil resmi lima besar untuk sesi seeding run di kategori Men Elite, posisi kedua tepat di bawah Putra Ganda Arrozak ditempati oleh Dois Audy Fikriansyah dari Spantan Racing Team dengan torehan 2 menit 44.160 detik, yang disusul ketat oleh Andy Prayoga dari Mud Brothers, PVR Industries di urutan ketiga dengan catatan 2 menit 44.551 detik. Di posisi keempat, Agung Prio Apriliano asal Astrindo Racing mengunci waktu 2 menit 46.334 detik, disusul kemudian oleh Mohammad Abdul Hakim dari 76 Rider DH Squad di peringkat kelima dengan raihan 2 menit 46.400 detik.

Sementara itu, untuk peringkat lima besar pada kelas Women Elite, posisi kedua di belakang Milatul Khaqimah berhasil diamankan oleh Nilna Murni Ningtias dari Spartan Racing Team yang mencatatkan waktu 3 menit 17.499 detik. Mengisi tempat ketiga adalah Nining Purwaningsih dari Anindya Racing Team dengan raihan 3 menit 24.851 detik, diikuti oleh pembalap asal Terengganu, Siti Shahirah Binti Hashim, di urutan keempat dengan perolehan waktu 3 menit 25.735 detik, dan ditutup oleh Arasy Ikhsaniah Bilqis dari Develo Racing Team di peringkat kelima yang membukukan waktu 3 menit 26.338 detik.

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.