Kunci Sukses UKSW dan Unika Soegijapranata Juara Seri I Campus League 2026
Kunci Sukses UKSW dan Unika Soegijapranata Juara Seri I Campus League 2026

Kunci Sukses UKSW dan Unika Soegijapranata Juara Seri I Campus League 2026


JOGJAGRID.COM : Gelaran Campus League 2026 seri pertama di GOR Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada Kamis, 7 Mei 2026, menobatkan tim putra Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dan tim putri Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang sebagai penguasa baru. 

Kemenangan ini tidak hanya menyoroti keunggulan teknis kedua tim di lapangan basket, tetapi juga memperlihatkan bagaimana integritas akademik dan kekuatan mental menjadi fondasi utama bagi para atlet mahasiswa Jawa Tengah dalam meraih prestasi tertinggi di tingkat regional.

Keberhasilan tim putra UKSW Salatiga dalam menumbangkan Universitas Semarang di partai final didorong oleh strategi pertahanan yang disiplin. Pelatih UKSW, Reven Jonathan, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang penyesuaian khusus untuk meredam kekuatan lawan yang diperkuat pemain asing. 

Menurutnya, respons cepat terhadap perubahan strategi lawan di lapangan menjadi kunci utama kemenangan mereka. 
"Kami sudah melakukan penyesuaian sebelum game, terutama untuk menghadapi pemain impor. Di lapangan, kami hanya menjalankan instruksi yang sudah disiapkan. Ketika lawan melakukan perubahan strategi, kami pun merespons dengan penyesuaian baru," ujar Reven Jonathan.

Kekuatan lini pertahanan tersebut juga diakui oleh kapten tim putra UKSW, Brooklyn Raffael Tristan, yang menyebutkan bahwa kepercayaan pelatih memberikan ketenangan luar biasa bagi para pemain. 

Brooklyn menegaskan bahwa karakter timnya dibentuk melalui pendekatan mental yang mengutamakan aspek defensif. "Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Itu membuat kami bisa bermain dengan tenang dan fokus. Kami ingin dikenal sebagai tim dengan defense mentality. Itu yang terus kami bangun," tegas Brooklyn yang juga menekankan pentingnya mempertahankan jumlah pertandingan yang banyak guna mengasah pengalaman pemain di kancah nasional.

Di sektor putri, Unika Soegijapranata menunjukkan bahwa kemenangan di partai puncak sangat ditentukan oleh faktor psikologis. 

Pelatih Arief Djazuli Rachmat menekankan bahwa aspek mental jauh lebih krusial dibandingkan kemampuan fisik saat memasuki babak final. "Di final, yang paling penting bukan lagi skill atau fisik, melainkan mental. Selama mental anak-anak siap, semua akan berjalan sesuai rencana," kata Arief.

Hal ini diamini oleh sang kapten, Erinindita Prias Madafa, yang menyebutkan bahwa timnya sengaja melakukan tekanan agresif sejak kuarter pertama untuk mengendalikan permainan sekaligus meruntuhkan mentalitas lawan.

Menariknya, prestasi gemilang di lapangan ini diraih tanpa mengorbankan kewajiban studi, meski kompetisi berlangsung di tengah jadwal ujian tengah semester. Erinindita mengungkapkan bahwa koordinasi yang baik dengan pihak kampus memungkinkan mereka untuk tetap berlatih secara intensif, bahkan di tanggal merah, sembari tetap menjaga nilai akademik. 

"Kami tetap koordinasi dengan kampus, apakah ada jadwal susulan atau penyesuaian. Jadi latihan tetap jalan, tapi akademik juga tidak ditinggalkan," jelasnya.
Kini, dengan status juara regional, kedua tim mulai memetakan kekuatan di tingkat nasional untuk menghadapi raksasa basket mahasiswa seperti Esa Unggul, Binus, hingga Ubaya. 

Dengan modal pengalaman kompetisi klub yang kuat di Semarang serta persiapan fisik yang tanpa henti, Erinindita menyampaikan peringatan serius bagi calon lawan mereka di masa depan. 

"Target kami jelas, juara nasional. Kami tidak hanya ingin berhenti di regional, tapi membawa nama Jawa Tengah ke level tertinggi. Kami yakin bisa bersaing. Untuk tim-tim lain, bersiaplah, karena kami akan datang dengan mental juara," tutup Erinindita.

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.