Jadi Pilot Project Kampung ASK ME IAI DIY, Kampung Salakan Jadi Lokasi Edukasi Penggunaan Obat Yang Benar
Jadi Pilot Project Kampung ASK ME IAI DIY, Kampung Salakan Jadi Lokasi Edukasi Penggunaan Obat Yang Benar

Jadi Pilot Project Kampung ASK ME IAI DIY, Kampung Salakan Jadi Lokasi Edukasi Penggunaan Obat Yang Benar




JOGJAGRID.COM :  Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) DIY berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam penggunaan obat ketika sakit.

Sebagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut, pada Minggu (18/6/2023) PD IAI DIY meluncurkan Kampung Salakan sebagai pionir kampung ASK ME (Apoteker Sahabat Keluarga Melayani Edukasi) pada Minggu (18/6/2023).
 
Wakil ketua PD IAI DIY, Budiyono, menjelaskan kegiatan ini sebagai upaya mendekatkan apoteker ke masyarakat.

Dengan demikian masyarakat dapat menggunakan obat dengan baik dan benar.

“Apoteker adalah profesi yang memiliki kompetensi dalam menjelaskan obat kepada masyarakat, maka harapannya apoteker mampu memberikan edukasi tentang penggunaan obat yang benar kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam bidang kesehatan, ada akronim DAGUSIBU yang merupakan kepanjangan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang, yang tujuannya agar masyarakat dapat memanfaatkan obat-obatan dengan benar.  

Yang pertama adalah ‘Dapatkan’,  Budiyono mengatakan bahwa masyarakat harus mendapatkan obat di tempat yang terjamin mutu dan kualitasnya dan sesuai resepnya.
Jika obat itu harus dengan resep, maka masyarakat pun diminta untuk tidak membeli di tempat-tempat yang menjual bebas obat-obatan tersebut.  
“Kemudian gunakan obat sesuai dengan indikasinya, satu orang dengan orang lain berbeda dengan yang lain kondisinya. Simpan, artinya penyimpanan obat sangat penting karena itu dapat berpengaruh pada kualitas obat. 

Kalau menyimpan obat di tempat yang terbuka, kena sinar matahari langsung, suhu lebih dari 30 derajat, itu berisiko mengurangi kualitas obat,” urainya.

Terakhir adalah ‘Buang’ yang berarti  obat yang sudah tidak digunakan harus dibuang dengan cara digerus atau dirusak supaya tidak disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.  

Kepala Seksi Farmasi, Makanan, Minuman dan Alat Kesehatan Dinkes Bantul, Heru Purwanto, menyatakan Padukuhan Salakan di Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul ini adalah kampung pertama di Bantul yang ditetapkan sebagai kampung sadar obat melalui kegiatan ini.  

Hal tersebut penting lantaran tantangan saat ini adalah munculnya penggunaan obat yang tidak tepat.  

“Saat ini kecenderungan terjadi resistensi terhadap mikroba karena penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol sehingga menyebabkan pengobatan yang diberikan ke pasien menjadi tidak efektif,” bebernya.

Maka dari itu, kegiatan launching Kampung ASK ME ini adalah pemicu sinergitas Dinkes dengan IAI, yang ke depan akan semakin banyak upaya edukasi ke masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi obat dengan baik dan benar.  

Dari Dinkes Bantul sendiri selama ini telah melakukan upaya promosi edukasi kepada masyarakat dengan tenaga apoteker agen perubahan. Ia menyebut setidaknya ada 40 apoteker yang terdiri dari apoteker yang bekerja di puskesmas dan di apotek yang turut membantu memberikan edukasi ke masyarakat.
“Salah satu tugasnya adalah edukasi terkait DAGUSIBU,” paparnya.

Adapun dalam peluncuran Kampung ASK ME, masyarakat di Padukuhan Salakan selain mendapatkan edukasi juga diajak untuk senam bersama, bagi-bagi hadiah, bazar dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Dukuh Salakan, Ilham Ganda Irawan mengungkapkan apresiasinya atas launching kampung sadar obat ini. Ia berharap ke depan ada sinergitas dari IAI ke masyarakat Padukuhan Salakan. Terlebih kantor PD IAI DIY juga berada di Salakan.  

“Harapannya dapat meningkatkan taraf kesehatan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi obat yang baik dan benar,” katanya. (Dho/Ian)
Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.