-->
Peluang Besar Berusaha! Ternyata Baru Ada 200-an Pertashop di DIY
Peluang Besar Berusaha! Ternyata Baru Ada 200-an Pertashop di DIY

Peluang Besar Berusaha! Ternyata Baru Ada 200-an Pertashop di DIY


Sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi BPH Migas di Grha GPC Ponjong, Gunungkidul, Sabtu (6/11/2021). 


JOGJAGRID.COM:  Pertamina mendorong masyarakat untuk menjadi agen penyalur BBM secara resmi, salah satunya dengan pertashop. Saat ini di DIY baru ada sekitar 200-an pertashop, sehingga peluang bisnis ini masih terbuka lebar.

"Saat ini baru ada sekitar 200-an (pertashop di DIY). Kita buka seluas-luasnya," ujar Region Manager Retail Sales Pertamina Jawa Bagian Tengah, Aji Anom Purwasakti usai acara Sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi BPH Migas di Grha GPC Ponjong, Gunungkidul, Sabtu (6/11/2021). 

Anom mengatakan, saat ini pihaknya juga terus mendorong masyarakat utamanya para pengusaha Pertamini untuk beralih menjadi mitra Pertamina melalui Pertashop. Menurutnya dengan Prtashop, masyarakat juga diuntungkan lantaran lebih pasti harganya, kualitasnya dan kuantitasnya.

"Kalau Pertamini harganya pasti lebih mahal, selain itu aspek safety dan kemurnian BBM juga tidak bisa dijamin," ujarnya.

Anom mengatakan sebenarnya penjualan BBM seperti yang dilakukan Pertamini itu ilegal. Untuk itu dia mengimbau agar mereka beralih ke Pertashop, mitra resmi Pertamina.
"Syarat Pertashop juga mudah. Untuk lahan hanya butuh lokasi lahan 14x15 meter atau 200 meter persegi," ujarnya.

Sementara itu Komite BPH Migas Yapit Sapta Putra mengatakan untuk lebih mendekatkan akses BM ke masyarakat, pemerintah menargetkan ada 10.000 pertashop di seluruh Indonesia. Namun saat ini baru sekitar 1.700 pertashop yang beroperasi. 

"Perhashop upaya dari Pertamina dan BPH Migas agar masyarakat mengakses BBM dari lembaga penyalur resmi. Kalau ditemui di jalan Pertamini, itu lembaga penyalur ilegal. Harganya relatif lebih mahal dibanding kalau ke SPBU atau pertashop, kualita juga tidak tahu apakah oplosan atau murni dan yang penting aspek safetynya," kata Yapit.

Sementara itu anggota Komisi VII DPR Gandung Pardiman mangatakan BPH Migas ini merupakan badan yang luar biasa karena selain mengawasi mereka juga memiliki kewenangan ntuk mengatur. 

"Ruwet tidaknya BBM ini sangat tergantung dari kecangihan BPH Migas.Saya percaya BPH Migas mampu cari jalan yang terbaik dan tidak ada yang dirugian," ujarnya.

Salah satu warga Ponjong yang mengikuti acara sosialisasi itu mengaku senang dengan program Pertashop ini. "bagi kami yang penting ketersediaanya ada. Dulu pusing beli BBM sering habis, terimakasih ada Pertaship," ujarnya. (DHO/WAN)
Advertisement

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.