-->
Kejar Vaksinasi Covid-19 100 Persen, DPRD DIY Desak Percepatan
Kejar Vaksinasi Covid-19 100 Persen, DPRD DIY Desak Percepatan

Kejar Vaksinasi Covid-19 100 Persen, DPRD DIY Desak Percepatan




JOGJAGRID.COM : Hampir separo dari jumlah penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini sudah divaksin. 

Dari total 100 persen cakupan vaksinasi di provinsi ini atau sejumlah 2.879.699 orang, yang telah divaksin dosis pertama 1.288.112 orang atau 44,73 persen.

Untuk mencapai herd immunity, DPRD DIY meminta Pemda DIY bekerja lebih keras lagi. 

“Kami berharap Pemda DIY melakukan percepatan vaksinasi orang dewasa khususnya remaja, agar target 100 persen vaksinasi segera tercapai," ungkap Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY pada konferensi pers di DPRD DIY, Sabtu (14/8/2021).

Supaya berjalan maksimal menurut dia, pemda perlu memperkuat konsolidasi dan komunikasi dengan lembaga terkait termasuk pemerintah pusat untuk memperoleh kuota tambahan vaksin.

Merujuk informasi dari Pemda DIY, pada 13 Agustus 2021 kasus konfirmasi positif Covid-19 sejumlah 1.243 orang. Sembuh 2.942, meninggal 45. “Tingkat kesembuhan pelan-pelan tampaknya naik. Kita pernah pada angka 65 persen, kemarin sore tingkat kesembuhan 77,12 persen. Perlu kerja keras lagi agar maksimal. Kematian 3,07 persen perlu ditekan,” kata dia.

Didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat, lebih jauh Eko mengajak masyarakat senantiasa disiplin menjalankan protokol kesehatan menggunakan masker, cuci tangan dengan air mengalir, jaga jarak dan kerumunan.

DPRD DIY juga meminta Pemda DIY membantu masyarakat khususnya yang isolasi mandiri maupun di shelter agar dilayani kesehatan dan gizinya.

Sejalan dengan penanganan bidang kesehatan, perekonomian dan perlindungan sosial tidak boleh dilupakan. Agar ekonomi bergerak lagi, alokasi APBD maupun dana keistimewaan (danais) untuk Covid maupun non-Covid perlu dipercepat sampai ke masyarakat. 

Misalnya, belanja layanan konsumsi shelter dilakukan dengan membeli langsung ke petani dan UMKM sehingga daya beli bertambah.

Bukan rahasia lagi, selama pandemi penghasilan masyarakat berkurang drastis, tidak sedikit warga kehilangan pekerjaan. Meski harga sembako tidak naik, karena daya belinya turun maka kemampuan membeli beras bertambah berat.
Biwara Yuswantana menambahkan, pelayanan serta penanganan pandemi mulai dari hulu sampai hilir perlu dipastikan berjalan lebih baik. Upaya pencegahan dan penanganan tidak lepas dari penyiapan sarana dan prasarana.

Pemda DIY sudah menyiapkan generator oksigen,  diharapkan pada 17 Agustus 2021 beroperasi membantu penyediaan oksigen bagi masyarakat. Baru saja DIY memperoleh bantuan dua unit mobil dari BNPB, ambulans dan mobil jenazah.

“Kebutuhan itu memang kita ajukan ke pusat, karena kemarin banyak kekurangan layanan penjemputan pasien dan pengantaran jenazah,” ujarnya.

Biwara menyebutkan pada sepuluh hari terakhir 1-10 Agustus 2021, pada 1 Agustus ada 107 jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan. Pada 10 Agustus terdapat 44 jenazah.

“Terus menurun. Kalau kami boleh informasikan, pada 1-10 Agustus 2021 ada 126 warga yang meninggal di tempat isolasi mandiri,” ungkapnya.

Inilah yang kemudian menggerakkan jajaran Pemda DIY membuka tempat isolasi terpadu (isoter) antara lain di BBWSO, asrama UGM dan UNY. Isoman bisa masuk isoter agar tertangani dengan baik mulai dari kesehatan, logistik, pemantauan maupun interaksinya. (Fin/Bin)

Advertisement

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.