Jogja Garap Rumah Pangan Murah Meriah Di Tengah Kampung
Jogja Garap Rumah Pangan Murah Meriah Di Tengah Kampung

Jogja Garap Rumah Pangan Murah Meriah Di Tengah Kampung




JOGJAGRID.COM : Pemerintah Kota Yogyakarta menggencarkan Rumah Pangan Kita (RPK), sebuah program lumbung pangan bahan pokok di tengah perkampungan selama masa pandemi Covid-19.

Selain untuk mencukupi kebutuhan pangan warga kampung dengan lokasi sangat terjangkau, RPK juga berfungsi menjaga stabilitas harga pangan yang rentan fluktuatif di masa pandemi ini.

"Rumah Pangan ini menggandeng Bulog (Badan Urusan Logistik) sehingga barang yang dijual harga sesuai standar Bulog yang lebih murah dibanding harga pasaran," ujar
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Heroe mengatakan yang utama dari RPK ini menjaga kestabilan harga dan memberikan manfaat kepada warga dengan ketersediaan bahan pokok di dekat warga.

Saat ini sudah ada 45 RPK tersebar di seluruh kelurahan Kota Yogya. Namun di masa pandemi ini yang tampak aktif baru sembilan RPK.

“Kami masih berupaya mendorong RPK lain aktif karena keberadaannya sangat dibutuhkan dalam situasi seperti pandemi ini," ujar Heroe.

Keberadaan RPK di masa pandemi ini,.seperti lumbung pangan darurat yang menyediakan kebutuhan pokok warga. Heroe meminta pengelola RPK di kampung kampung tak hanya mengandalkan pasokan dari Bulog sebagai mitra kerja. Namun juga menciptakan kerjasama dengab RPK kampung lain yang memiliki potensi beragam.

Misalnya menggandeng kampung sayur dan kelompok budidaya Lele Cendol di Yogya untuk mensuplai barang kebutuhan warga.

“Dengan kerjasama antar kampung dan RPK ini putaran ekonomi juga terjaga," ujar Heroe.

Pemkot Yogya menyerukan dalam kondisi pandemi ini masyarakat perlu didorong untuk membeli barang kebutuhan harian dari lingkungan terdekatnya seperti dari tetangga sendiri.

"Karena saling meberikan untung kepada tetangga tentu lebih baik, selain itu jika membelli di luar tentu juga akan lebih mahal karena lebih jauh," ujarnya.

Pemkot Yogya sendiri memastikan stok pangan di Kota Yogyakarta masih mencukupi hingga September 2020 mendatang.

“Namun tentu kita harus tetap berusaha untuk meningkatkan produktivitas sehingga kebutuhan pangan bisa tercukupi secara mandiri,” ujarnya.

Upaya untuk menjaga stabilitas harga pangan saat bulan ramadan yang diwarnai pandemi ini juga dilakukan dengan rutin melakukan operasi pasar terutama untuk gula pasir yang harganya masih di atas HET (Harga Eceran Tertinggi).

(Banu/Viktor)
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.