Krista Exhibitions Dorong Kemajuan Industri Grafika lewat Jogja Printing Expo 2026
Krista Exhibitions Dorong Kemajuan Industri Grafika lewat Jogja Printing Expo 2026

Krista Exhibitions Dorong Kemajuan Industri Grafika lewat Jogja Printing Expo 2026

JOGJAGRID.COM : Gelaran Jogja Printing Expo 2026 resmi dibuka pada Rabu, 8 April 2026, di Jogja Expo Center (JEC) dan dijadwalkan berlangsung hingga 11 April mendatang sebagai wadah strategis bagi pertumbuhan sektor percetakan nasional. 

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyatakan bahwa pameran yang menginjak tahun kedua ini merupakan wujud nyata komitmen pihaknya dalam mendekatkan inovasi teknologi grafika kepada pelaku kreatif dan UMKM di Yogyakarta demi memperkuat daya saing industri secara berkelanjutan. 

Ia menegaskan bahwa platform ini dirancang untuk memperluas cakrawala pengetahuan sekaligus memperkuat koneksi bisnis melalui pengenalan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar modern saat ini. “Kami berharap sinergi yang terbangun di Jogja Printing Expo 2026 dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing industri percetakan Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Daud dalam sambutannya.

Ajang ini menghadirkan 35 peserta, termasuk 15 UMKM, yang memamerkan rangkaian teknologi terdepan seperti mesin digital printing beresolusi tinggi, sistem CMYK+ untuk kemasan premium, hingga mesin offset dan rotogravure yang telah terintegrasi dengan teknologi IoT serta sistem otomatisasi hemat energi. Pengunjung dapat melihat langsung inovasi UV-curing dan hybrid printing yang memungkinkan pencetakan di media unik seperti kaca, kayu, dan akrilik untuk mendukung tren personalisasi produk. Selain itu, pameran ini menyuguhkan berbagai solusi penyelesaian akhir mulai dari mesin label digital berkecepatan tinggi, efek holografik, hingga mesin binding komersial, yang seluruhnya mulai mengadopsi prinsip keberlanjutan melalui penggunaan tinta berbasis air dan material yang dapat didaur ulang.

Dukungan penuh terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Kota Yogyakarta, di mana Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan event berskala nasional ini di wilayahnya. Hasto mengakui bahwa fenomena digitalisasi dan budaya paperless memang telah menggeser pola konsumsi cetak di perkantoran maupun media massa, namun ia optimis terhadap peluang besar di sektor pengemasan atau packaging. 

Ia mengungkapkan bahwa keberadaan Pusat Desain Indonesia (PDIN) di Yogyakarta merupakan potensi besar yang bisa dikolaborasikan dengan industri percetakan untuk memacu produktivitas lokal agar tidak lagi bergantung pada jasa cetak dari luar daerah. 

"Terima kasih Bapak, sehingga kita menjadi terpacu untuk bisa lebih produktif lagi," ucap Hasto menanggapi potensi kerja sama industri grafika dengan talenta kreatif lokal.

Hasto juga menggarisbawahi bahwa industri berbasis UMKM menjadi pilar penting bagi ekonomi Yogyakarta yang tidak bergantung pada sumber daya alam atau industri skala besar. Mengingat posisi Yogyakarta sebagai *city of festival* dengan agenda padat seperti Artjog, Kustomfest, hingga Wayang Jogja Night Carnival, ia menyarankan adanya kolaborasi lebih lanjut guna menarik minat pengunjung terhadap teknologi digital printing dan teknik finishing. 

Menurutnya, sumber daya manusia Yogyakarta yang kreatif adalah aset utama yang dapat menyumbangkan produk unggulan melalui sentuhan budaya dan pendidikan. Ia meyakini bahwa magnet Yogyakarta sebagai destinasi favorit akan selalu menjadi peluang besar bagi kesuksesan pameran-pameran industri di masa depan.

Integrasi antarsektor semakin diperkuat dengan diselenggarakannya Jogja Printing Expo bersamaan dengan tiga pameran lainnya, yakni Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, dan Jogja All Tea Expo 2026. Kehadiran berbagai pihak pendukung seperti jajaran kementerian, KADIN, PPGI, PHRI, hingga organisasi sosial seperti JCACC dan PSMTI turut mengukuhkan posisi acara ini sebagai ekosistem bisnis yang komprehensif. Melalui program unggulan seperti *Business Matching*, para pelaku usaha diharapkan dapat bertemu langsung dengan investor dan penyedia teknologi guna menjalin kemitraan strategis yang efektif dalam memperluas jangkauan pasar mereka.

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.
Next
This Is The Current Newest Page