JOGJAGRID.COM : Fokus utama Masa Reses Tahap I DPRD Kota Yogyakarta tahun ini adalah memastikan keberlanjutan usulan masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang.
Dewan ingin menjamin bahwa aspirasi yang telah disusun oleh warga di tingkat wilayah benar-benar terkawal dan tidak hilang dalam proses birokrasi.
Ketua DPRD Kota Yogya Wisnu Sabdono Putro menegaskan bahwa pihak legislatif ingin memastikan usulan warga yang sudah masuk di Musrenbang tidak menguap begitu saja tanpa realisasi yang jelas.
"Melalui reses ini, para anggota dewan membuka ruang diskusi untuk mempertajam prioritas pembangunan agar aspirasi tersebut dapat masuk ke dalam rencana kerja pemerintah daerah secara konkret," ujarnya Rabu 18 Februari 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral DPRD dalam mengawasi setiap tahapan perencanaan pembangunan di Kota Gudeg.
DPRD Kota Yogyakarta pun terus berupaya menciptakan sinergi anggaran melalui integrasi antara Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan dengan usulan masyarakat di akar rumput.
Dalam masa reses yang sedang berjalan, para legislator berupaya menyisir kembali usulan-usulan yang mungkin belum terakomodasi dalam Musrenbang karena kendala skala prioritas maupun keterbatasan kemampuan daerah.
Wisnu menjelaskan bahwa melalui ajang reses ini, berbagai usulan tersebut dapat diintegrasikan kembali sepanjang berkaitan erat dengan kebutuhan mendesak di wilayah masing-masing.
Fokus penjaringan aspirasi kali ini mencakup sektor-sektor krusial mulai dari perbaikan infrastruktur kampung hingga penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.
Upaya sinkronisasi ini diharapkan mampu menghasilkan skema penganggaran yang jauh lebih efektif dan tepat sasaran bagi kesejahteraan warga kota.
