TACO TALKACTIVE Bedah Sisi Bisnis Arsitektur di Lima Kota Indonesia
TACO TALKACTIVE Bedah Sisi Bisnis Arsitektur di Lima Kota Indonesia

TACO TALKACTIVE Bedah Sisi Bisnis Arsitektur di Lima Kota Indonesia


JOGJAGRID.COM  — Selama ini, pendidikan formal arsitektur di Indonesia sering kali dianggap sangat mumpuni dalam mengasah kemampuan teknis dan estetika, namun masih menyisakan celah besar pada aspek manajemen bisnis. 

Fenomena ini membuat banyak arsitek muda mengalami benturan ketika memutuskan untuk membuka praktik mandiri. Menjawab tantangan tersebut, Imajiwaktu berkolaborasi dengan TACO meluncurkan rangkaian program TACO TALKACTIVE by Imajiwaktu yang resmi dimulai di Yogyakarta pada Selasa, 20 Januari 2026.

Program ini bukan sekadar seminar arsitektur biasa. Dilaksanakan di Hotel Grand Diamond, Yogyakarta, acara perdana ini menjadi pembuka dari rangkaian diskusi hybrid (offline dan online) yang akan menyisir lima kota besar, yakni Yogyakarta, Mataram-Lombok, Pekalongan, Jakarta, dan Surabaya sepanjang tahun 2026. 

Melalui lima tema utama yang dirancang secara sistematis, program ini bertujuan memberikan panduan praktis dari fase awal pembangunan studio hingga keberlanjutan karier profesional.

Founder Imajiwaktu, Luis Lee, menekankan bahwa kurikulum yang dibawa dalam TACO TALKACTIVE disusun berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), khususnya Badan Inkubasi Arsitek Muda, program ini membedah hal-hal yang sering dianggap "tabu" atau rumit oleh para arsitek muda.

"Kami menyusun lima tema krusial, mulai dari masalah branding, keuangan, manajemen tim, penanganan klien, hingga aspek legal dalam kontrak kerja. Ini adalah materi yang wajib dimiliki oleh mereka yang ingin membuka usaha studio arsitek. Seseorang tidak hanya harus bisa mendesain, tapi juga harus paham hal-hal manajerial seperti ini yang memang jarang dibahas mendalam di bangku kuliah," ujar Luis Lee saat ditemui di sela acara.

Pada sesi perdana di Yogyakarta, diskusi difokuskan pada "Bab 1" pembangunan studio, yaitu branding dengan tema "Building Identity Through Difference & Story". Menghadirkan Judy Pranata (Principal of AGE Studio) dan Titi Satmya (Art Director of AGE Studio), peserta diajak memahami bahwa identitas sebuah biro arsitektur dibangun melalui narasi dan perbedaan yang konsisten. 

Luis Lee sengaja membatasi jumlah peserta hingga 30 orang per sesi agar tercipta suasana yang intim, sehingga para arsitek muda bisa bebas berkonsultasi mengenai kendala spesifik yang mereka hadapi.

Visi program ini pun ternyata melampaui batas nasional. Ivan Litan, selaku Founder Principal Collective Network, menjelaskan bahwa Imajiwaktu merupakan bagian dari jaringannya yang bertujuan mempererat hubungan personal antara praktisi desain dan penyedia produk industri. Ia mengungkapkan bahwa langkah kolaborasi ini mulai merambah ke kancah internasional.

 "Tahun ini kami mulai melakukan kegiatan kolaborasi untuk event di level Asia. Kami sudah membangun komunikasi dengan rekan-rekan dari Turki, India, dan China yang kini sudah masuk dalam grup kami," ungkap Ivan.

Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari dukungan sektor industri. TACO, sebagai mitra utama, melihat bahwa kemajuan industri kreatif sangat bergantung pada kapasitas para pelakunya. 

Senior Brand Marketing TACO, Gunadi Saputra, menyatakan komitmennya untuk terus mengawal pertumbuhan ekosistem ini. 

"Tahun ini kami ingin meningkatkan keterlibatan TACO dalam inisiatif seperti ini. Ini adalah bentuk dukungan konkret kami terhadap para arsitek dan desainer interior di Indonesia agar mereka memiliki daya saing yang lebih kuat," tegas Gunadi.

Sebagai penutup dari rangkaian panjang di lima kota tersebut, Imajiwaktu dan TACO berkomitmen untuk mendokumentasikan seluruh materi diskusi ke dalam sebuah e-book berjudul "Beyond Studio". 

Buku ini nantinya akan dibagikan secara cuma-cuma kepada arsitek muda di seluruh pelosok Indonesia pada akhir tahun 2026, sebagai upaya kolektif untuk memastikan bahwa pengetahuan mengenai manajemen arsitektur tidak lagi menjadi hal yang eksklusif, melainkan dapat diakses oleh siapa saja demi kemajuan arsitektur Indonesia.

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.