,Melihat Penanganan Kasus Hipertensi Melalui Inovasi Gerdu Pandang Di Puskesmas Temon Kulon Progo
,Melihat Penanganan Kasus Hipertensi Melalui Inovasi Gerdu Pandang Di Puskesmas Temon Kulon Progo

,Melihat Penanganan Kasus Hipertensi Melalui Inovasi Gerdu Pandang Di Puskesmas Temon Kulon Progo

JOGJAGRID.COM : Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia 18 tahun sebesar 34,1%, dan di DIY sebesar 32,86 %, di Kabupaten Kulon Progo sebesar 34,70 % lebih dari prevalensi propinsi DIY. 

Dokter di Puskesmas Temon II Kulon Progo Yogyakarta dr. Rr. Uswatun Hasanah mengatakan di Puskesmas Temon II hipertensi menduduki peringkat ke 5 (tahun 2020) dan ke-6 (tahun 2021) dari sepuluh besar diagnosis kunjungan terbesar. 

Capaian kinerja puskesmas yang masih rendah meliputi capaian SPM pelayanan kesehatan penderita hipertensi yaitu 7% (tahun 2020) dan 7,65% (tahun 2021); indikator PISPK penderita hipertensi yang berobat teratur yaitu 13,41%; capaian RPPT Diabetes Mellitus dan Hipertensi KBK BPJS 3,4 % (tahun 2020) dan 4,34 % (tahun 2021).

"Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu hambatan akses perawatan kesehatan tekanan darah tinggi berupa akses transportasi jauhnya lokasi puskesmas dengan masyarakat, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang tekanan darah tinggi, rendahnya kepatuhan masyarakat, dan kurangnya akses pelayanan hipertensi sesuai standar," kata dr. Rr. Uswatun Hasanah Kamis (29/2/2024).
 
Oleh karenanya penting adanya pelayanan kesehatan terjangkau mudah transportasi dan memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat serta selaras dengan Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Kulon Progo 2005-2025, tujuan dan visi UPT Puskesmas Temon II, maka Puskesmas Temon II perlu dibentuk kegiatan Gerakan Terpadu Pemeriksaan Tekanan Darah Tinggi (GERDU PANDANG) yang bertujuan mengendalikan hipertensi di Puskesmas Temon II.

"Inovasi GERDU PANDANG merupakan suatu inovasi Puskesmas Temon II, dengan penjaringan dan pendekatan pelayanan bagi penderita tekanan darah tinggi di kalurahan, dengan upaya promotif, preventif, dan kuratif yang melibatkan lintas profesi, program dan lintas sektor," kata dokter Uswatun.

dr. Rr. Uswatun Hasanah menambahkan kelebihan di Inovasi Gerdu Pandang antara lain adanya Buku Gerdu Pandang, Wayang Gerdu Pandang, Pijat Gerdu Pandang, Register Gerdu Pandang, Dering Gerdu Pandang, dan Prolanis Gerdu Pandang. Gerdu Pandang telah dilaksanakan di Kalurahan Karangwuluh pada tahun 2022, direplikasi dan diperluas di Kalurahan Jangkaran pada tahun 2023. 
 
Dampak Gerdu Pandang antara lain mendekatkan akses pelayanan penderita hipertensi, menurunkan komplikasi bagi masyarakat, meningkatkan kinerja Puskesmas Temon II meliputi peningkatan kunjungan penderita hipertensi dari 398 (3,2%) tahun 2020 menjadi 2855 (12,97%) tahun 2023; indikator SPM pelayanan kesehatan penderita hipertensi dari 7% (tahun 2020) menjadi 18,6 % (tahun 2023); capaian Indikator PISPK penderita hipertensi berobat secara teratur dari 13,41% (tahun 2021) menjadi 14,8% (tahun 2023) ; terkendalinya tekanan darah dengan kriteria RPPT KBK BPJS dari 3,4 (tahun 2020) menjadi 7,145 (tahun 2023). 
 
"Harapannya Inovasi Gerdu Pandang ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, kalurahan, puskesmas dan instansi lainnya di wilayah Kabupaten Kulon Progo dengan adanya Pengembangan selanjutnya Inovasi Gerdu Pandang menjadi Gerdu PandangKu yang bisa direplikasi di 21 puskesmas Kabupaten Kulon Progo," pungkas dr. Rr. Uswatun Hasanah.
 

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.