Santri Pondok Pesantren Nurul Hadi Dapat Pelajaran Politik
Santri Pondok Pesantren Nurul Hadi Dapat Pelajaran Politik

Santri Pondok Pesantren Nurul Hadi Dapat Pelajaran Politik

JOGJAGRID.COM -  Jelang Pemilu 2024, putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid/Gus Dur Yenny Wahid memberikan pelajaran politik kepada para santri muda di  di Pondok Pesantren Nurul Hadi, Pringgolayan  Banguntapan Bantul Yogyakarta dalam Dialog Kebangsaan Santri Muda, Minggu ( 10/12/2023). Ratusan santri muda yang sebagian besar merupakan pemilih pemula mengikuti acara tersebut.
 
Yenny Wahid mengatakan bahwa pemilu 2024 setiap orang mempunyai peran besar untuk mensukseskan pemilu kedepan  dan memilih pemimpin yang paling dibutuhkan oleh negara kita. 

" Bagii saya pasangan Ganjar Mahfud md itu adalah pasangan yang representatif yang dibutuhkan oleh negara kita dengan segala macam tantangan," tegas Yenny Wahid usai acara Dialog Kebangsaan Santri Muda di Pondok Pesantren Nurul Hadi di Pringgolayan Banguntapan Bantul, Minggu ( 10/12/2023).

Lebih lanjut mengatakan bahwa dirinya mencoba membangun kesepahaman dengan santri-  santri muda yang sebagian besar pemilih pemula. Para santri muda inin belum banyak mendapatkan pembelajaran soal isu - isu politik.

" Mereka para santri muda ini belum terlalu teredukasi dengan isu isu politik. Mereka belum memahami  bagaimana  isu - isu soal demokrasi, isu - isu hak - hak kebebasan berpendapat, hak - hak politik yang mendasar . Mereka belum punya kesadaran tentang itu. Oleh karena itu Ini yang saya lakukan yakni memberikan pelajaran politik untuk santri muda terutama pemilih pemula," terang Yenny Wahid.

Sementara dalam orasinya pada Dialog Kebangsaan Santri Muda Yeni Wahid menuturkan bahwa tahun 2045, Indonesia genap berusia 100 tahun (usia emas). Pada tahun tersebut, Indonesia menargetkan menjadi negara besar yang maju, modern sejajar dengan negara-negara adidaya di dunia melalui visi Indonesia Emas 2045.

Menurut Yenny Wahid   cita-cita Indonesia Emas di tahun 2045 harus diupayakan sejak sekarang oleh seluruh elemen bangsa Indonesia. Bonus demografi yang akan dialami oleh Indonesia, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar manusia Indonesia berusia produktif berkontribusi positif untuk pembangunan nasional.

"Banyaknya usia produktif itu (bonus demografi) menjadi privilage/keuntungan bagi Indonesia menjadi negara maju. Jangan sampai generasi muda justru menjadi beban pembangunan. Generasi muda saat ini adalah pemimpin di masa depan," terang Yenny.

Lebih lanjut Yenny mengatakan saat ini, bangsa Indonesia menghadapi banyak persoalan, mulai masih tingginya angka kemiskinan, di bidang kesehatan masih berjuang menurunkan angka stunting, serta indeks korupsi yang juga masih tinggi. Padahal dengan sumber daya alam dan manusia yang besar, seharusnya Indonesia bisa lebih maju.

"Korupsi yang telah menghancurkan itu semua. Maka penegakan hukum menjadi kunci utama menuju Indonesia Emas 2045, dan Pak Mahfud MD (Cawapres) adalah sosok yang paling mempunyai komitmen pada penegakan hukum di Indonesia. Pesta demokrasi Pemilu 2024, menjadi pintu gerbang menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Sementara itu KH Imam Suhrowardi bersyukur para santrinya mendapatkan pelajaran politik dan  wawasan kebangsaan dari Yenny Wahid. Ia berharap para santrinya, selain memiliki ilmu keagamaan yang kuat juga memiliki rasa cinta Tanah Air yang tinggi, serta karakter yang unggul, yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan maju. 

" Kami bersyukur para santri kami mendapatkan kesempatan menambah wawasan kebangsaan," pungkas KH Imam Suhrowardi. 
Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.