Raih Gelar Guru Besar, Prof. Ir. Mahreni, M.T., Ph.D. Dekan Fakultas Teknik Industri UPN 'Veteran' Yogyakarta Teliti Ini
Raih Gelar Guru Besar, Prof. Ir. Mahreni, M.T., Ph.D. Dekan Fakultas Teknik Industri UPN 'Veteran' Yogyakarta Teliti Ini

Raih Gelar Guru Besar, Prof. Ir. Mahreni, M.T., Ph.D. Dekan Fakultas Teknik Industri UPN 'Veteran' Yogyakarta Teliti Ini


JOGJAGRID.COM - Dekan Fakultas Teknik Industri UPN 'Veteran' Yogyakarta (UPNYK), Prof. Ir. Mahreni, M.T., Ph.D. berhasil meraih gelar Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Pemisahan Difusional dalam Teknik Kimia  atas penelitiannya berjudul Green Surfactant dari Rumput Laut untuk Industri Kimia, Obat, dan Kosmetik. Penganugerahan gelar Guru Besar berlangsung di Kampus UPNYK Kamis (6/12/2023).

Dia menjelaskan Indonesia punya sumber daya alam yang melimpah khususnya rumput laut. Sumber daya alam ini bisa dimanfaatkan sebagai surfaktan. Saat ini produksi surfaktan dari rumput laut sedang dikembangkan dalam skala industri sebagai emulsifier, bahan dasar kosmetik dan obat.

Menurutnya Indonesia punya potensi pasar kosmetik yang besar, potensinya mencapai Rp15 triliun per tahun. Ini menjadi peluang yang besar dan bisa digarap. 

"Saat ini 90% bahan baku obat masih dipenuhi dari impor. Padahal Kementerian Kesehatan punya target 50% bahan baku obat berasal dari dalam negeri. Ini menjadi potensi yang menjanjikan untuk digarap," ucap perempuan kelahiran Brebes 62 tahun lalu. 

Mahreni mengatakan hampir semua jenis rumput laut bisa bertumbuh di perairan Indonesia. Bisa menjadi bahan baku berkelanjutan jika dimanfaatkan secara optimal.

"Sebesar 90% obat memerlukan bahan pembawa atau base material. Kalau obat dalam bentuk cream memerlukan 90% base cream dan bahan aktif obat hanya 1-10%. Base cream dari rumput laut sudah berhasil kami produksi dan siap scale up skala industri," tuturnya. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, rumput laut dipilih karena memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, masa regenerasi yang hanya 45 hari, tidak mengurangi luas lahan pertanian, jenis rumput laut tertentu tumbuh di laut [non budidaya] sehingga dapat mengurangi biaya budi daya. 

Kemudian, ketersediaannya tidak mengenal musim, bahan baku terbarukan, potensinya sangat besar di mana Indonesia menjadi negara penghasil rumput laut peringkat 2 dunia, rumput laut belum dimanfaatkan dengan optimal, dan lainnya. 

Beberapa produk dari rumput laut hasil penelitian yang diketuai di antaranya produk kosmetik, terdiri dari biosurfaktan, base cream, dan kosmetik. Produk industri emulsifier cat/tinta, adsorben logam, adsorben zat warna sintetis, hard duty ditergen.

"Dan terakhir produk kesehatan dan makanan seperti antioksidan, sodium alginat, karagenen," ucapnya.

Mahreni mensyukuri gelar Guru Besar yang dia peroleh ini. Ke depan penelitian terkait dengan rumput ini akan terus dikembangkan demi menghasilkan produk-produk yang bermanfaat. (Dho/Ian)
Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.