Warga Banyakan Dapat Bantuan Stimulan Saat Kunjungi Pusat Budidaya Maggot Di Sleman
Warga Banyakan Dapat Bantuan Stimulan Saat Kunjungi Pusat Budidaya Maggot Di Sleman

Warga Banyakan Dapat Bantuan Stimulan Saat Kunjungi Pusat Budidaya Maggot Di Sleman


JOGJAGRID.COM : Warga yang tergabung dalam Aliansi Banyakan Bergerak (ABB) melakukan kunjungan ke tempat Budidaya Maggot, Jalan Ketingan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Selasa (26/7). 

Kunjungan tersebut sebagai salah gerakan edukasi pemanfaatan sampah dengan budidaya maggot. Maggot dianggap paling efektif terutama untuk mengatasi masalah sampah organik.


Dalam kesempatan itu, dilakukan pula pemberian bantuan stimulan dari Polda DIY kepada ABB.


AKBP Dwi Prasetyo N, MH, Kasubdit 2 Ditintelkam Polda DIY sebagai wakil dari Polda DIY yang memfasilitasi kegiatan tersebut  mengatakan dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga Banyakan memanfaatkan sumber daya yang ada disana. 


Selain itu sebagai salah satu kegiatan untuk memisahkan edukasi sampah organik dan sampah non organik yang nantinya bisa dibuatkan budidaya maggot. 


"Harapannya bisa menjadi nilai ekonomi bagi warga masyarakat yang selama ini belum terpikirkan," cetusnya. 


Sedangkan Sus Endarto selaku pembudidaya Maggot BSF Sleman menambahkan Maggot BSF (Black Soldier Fly) adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon. Maggot BSF adalah bentuk dari siklus pertama (larva) Black Soldier Fly yang melalui proses metamorfosis menjadi lalat dewasa. Fase metamorfosa maggot BSF dimulai dari telur, larva, prepupa, pupa, dan lalat dewasa, semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari saja.


"Budidaya maggot ini sudah saya lakukan sejak 2 tahun lalu. Awalnya belajar. Untuk produksinya sendiri yakni telur, dan fresh maggot," jelasnya.


Lebih lanjut Sus Endarto mengatakan karena saat ini fokus produksinya telur, sehingga dalam per 2hari dapat memanen 1kg dengan harga per gramnya sekitar Rp 3.500. Budidaya maggot sendiri di luas tanah 1000 meter. 


"Maggot ini sebagai pengurai sampah organik. Sehingga bisa dipilih sebagai mengatasi solusi sampah organik. Maggot sendiri sebagai bahan dasar protein," tandasnya. (Dho/Ian)

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.