Senin Depan, Uncok Yaperti Mulai Kuliah Perdana
Senin Depan, Uncok Yaperti Mulai Kuliah Perdana

Senin Depan, Uncok Yaperti Mulai Kuliah Perdana



JOGJAGRID.COM:  Kampus Universitas Cokroaminoto (Uncok) Yogyakarta serta Yayasan Perguruan Tinggi Islam (Yaperti) menggelar syukuran potong tumpeng pada Sabtu (4/6) untuk penanda dimulainya kegiatan perkuliahan perdana pada Senin 6 Juni 2022 mendatang.


Syukuran itu dipusatkan di Kampus Universitas Cokroaminoto (Yaperti) yang berlangsung di Jalan Pramuka 70 Giwangan Umbulharjo Yogyakarta.


Tampak hadir Dr Agus Pandoman selaku Pelaksana Harian Tetap Rektor, Wakil Rektor III, H Elvan Gomes SH yang didaulat memotong tumpeng maupun perwakilan dosen serta dari pihak Yaperti.


Kepada wartawan di sela-sela acara, Elvan Gomes menyampaikan kuliah perdana dilaksanakan setelah 1.000 lebih mahasiswa melaksanakan registrasi, termasuk 200-an mahasiswa baru maupun 50 mahasiswa pascasarjana.


Seperti halnya kampus-kampus di seluruh Indonesia, selama ini kegiatan perkuliahan mahasiswa berlangsung secara online. “Setelah daftar ulang, mahasiswa memulai kuliah. Kita mulai kuliah baru dan menata yang baru,” ungkapnya.


Elvan Gomes menyambut baik adanya program Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan  Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Bagi kampus ini, program tersebut sangat membantu mahasiswa.


“Dengan adanya Kampus Merdeka, kita bisa melaksanakan kerja sama dengan kampus-kampus lain di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.


Dia menambahkan, Universitas Cokroaminoto (Yaperti) yang memiliki enam program studi (prodi) yaitu hukum, ekonomi, agama, teknik, PKN dan PAI (Pendidikan Agama Islam) itu akan mendirikan gedung baru di wilayah Godean Sleman. Saat ini proses pembangunannya masih menunggu perizinan. “Kemungkinan September,” kata dia.


Menurut Elvan Gomes, keberadaan Universitas Cokroaminoto (Yaperti) yang berdiri sejak tahun 1963 itu salah satu misinya adalah mengemban amanah pahlawan nasional HOS Cokroaminoto.


Pihaknya siap mengejawantahkan amanah tersebut untuk mahasiswa serta dosen. Pada prinsipnya, salah satu tugas mulia dunia pendidikan adalah mendidik sarjana yang mampu mandiri. Artinya, mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja. “Kita arahnya ke praktisi,” tandasnya.


Untuk memulai tatanan baru tersebut, Agus Pandoman menambahkan pihaknya akan serius melakukan kerja sama dengan berbagai universitas. Salah fokusnya adalah program perkuliahan double degree.


Melalui program tersebut memang terbuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meraih dua gelar akademis sekaligus.  “Mana yang akan diminati di dalam perkuliahan. Program double degree adalah awal yang baik untuk mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Doktor Agus. (Dho/Ian)

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.