Erick Thohir Targetkan Peningkatan 100% Perempuan Berdaya Di Kabupaten Bantul
Erick Thohir Targetkan Peningkatan 100% Perempuan Berdaya Di Kabupaten Bantul

Erick Thohir Targetkan Peningkatan 100% Perempuan Berdaya Di Kabupaten Bantul



JOGJAGRID.COM: Menteri BUMN Erick Thohir mendorong pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bantul melalui kontribusi BUMN dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui program Mekaar yang bisa membantu masyarakat terutama kaum perempuan bisa mandiri dan berdaya melalui usaha yang dilakukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Erick Thohir, Arya Sinulingga dalam acara “Pasar Murah BUMN dan Festival UMKM BUMN” yang dihadiri oleh lebih dari 3.000 nasabah Mekaar dan masyarakat Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini merupakan titik kesembilan yang diselenggarakan sebagai hasil kolaborasi dari 7 Perusahaan BUMN, yaitu Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC), Jasa Raharja, Pupuk Indonesia, Adhi Karya, Jaminan Kredit Indonesia, Virama Karya, dan Taspen. Sebagai BUMN penyedia sembako murah adalah RNI (ID Food).

Arya Sinulingga dalam sambutannya menyampaikan target Erick Thohir dalam menurunkan kemiskinan di Kabupaten Bantul dilakukan melalui langkah intervensi yang dilakukan oleh BUMN. "Ibu-Ibu, tujuan acara ini untuk membantu. Kalau kata Pak Erick Thohir, kalau tidak bisa membantu paling tidak bisa meringankan" jelas Arya.

Lebih lanjut Arya menyampaikan bahwa BUMN menawarkan bantuan kepada keluarga pra sejahtera yang ada di Kabupaten Bantul, bukan hanya berupa Pasar Murah tapi juga pinjaman usaha tanpa anggunan yang ditawarkan melalui program Mekaar. Tercatat hingga kini, sebanyak hampir 30 ribu Ibu-Ibu di kabupaten Bantul telah terbantu berkat program Mekaar.

Selain menjual paket sembako murah, acara juga diramaikan oleh partisipasi 50 UMKM asal Kabupaten Bantul yang merupakan binaan BUMN. Sulardiyono sebagai pemilik usaha batik tulis "Munk Batik Corner" mengatakan dirinya senang akhirnya bisa berpartisipasi kembali ke dalam kegiatan bazaar UMKM yang selama 2 tahun ke belakang ini kondisinya sepi akibat pandemi.

"Sebelumnya saya sempat membuka stand di bazar namun ternyata penjualan saya tidak bagus karena pengunjung pamerannya sepi, sekarang Alhmadullilah ramai dan produk saya banyak terjual" jelas Sulardiyono. Ia mengungkapkan yang usaha ia butuhkan adalah berbagai kesempatan untuk memamerkan produknya hingga ke manca negara.

Kebutuhan Sulardiyono langsung dijawab oleh Arya Sinulingga. Ia mengungkapkan Kementerian BUMN melalui BUMN telah melakukan business matching di Turki sepekan lalu, dan kedepannya kegiatan yang sama akan terus didorong untuk dilakukan di berbagai Negara lainnya dengan mengundang UMKM berkualitas binaan BUMN. (Dho/Ian)

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.