-->
Alasan Sultan HB X Senang Pemudik Datang Lebih Awal ke Yogyakarta
Alasan Sultan HB X Senang Pemudik Datang Lebih Awal ke Yogyakarta

Alasan Sultan HB X Senang Pemudik Datang Lebih Awal ke Yogyakarta




JOGJAGRID.COM: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku senang jika pada libur lebaran ini pemudik bisa datang lebih awal. 

Hal itu diungkap Sultan merespon mulai banyaknya pemudik yang saat ini sudah berada di Yogyakarta atau sebelum arus mudik mendekati puncak akhir April nanti.

"Menurut saya (pemudik yang sudah datang lebih awal) itu justru bagus, jadi datangnya pemudik ini tidak dalam satu waktu bersamaan sehingga bisa mengurangi kemacetan," kata Sultan Senin 25 April.

Selain mencegah kemacetan, Sultan melanjutkan, kedatangan para pemudik ini lebih awal juga berpotensi mempercepat geliat perekonomian di masa libur lebaran.

"Pemudik yang datang lebih awal artinya akan lebih lama di Yogyakarta, jadi kesempatan mereka untuk berbelanja semakin besar, yang berarti ekonomi masyarakat lokal bisa berputar dengan baik," kata Sultan.

Sultan mengatakan jumlah pemudik lebaran kali ini diprediksi tiga kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini cukup wajar karena selama dua tahun pandemi Covid-19 masyarakat luas tidak bisa keluar daerah akibat larangan mudik untuk pembatasan mobilitas.

"Mungkin uangnya (saat tidak mudik) itu dicelengi (ditabung) selama 2 tahun, jadi pada waktu ke daerah tujuan mudik mereka bawa uang yang lebih," kata Sultan.

Hanya saja, Sultan telah meminta jajarannya lebih awal antisipasi kemacetan di Yogya saat libur lebaran ini.

Sultan mengarahkan bagi para pemudik yang tujuannya tidak singgah di Yogyakarta alias hanya sekedar lewat, tak perlu menempuh jalur tengah kota yang berpotensi macet.

"Pemudik yang tak singgah di Yogya bisa melintasi jalur selatan atau jalur utara ,tidak perlu melewati jalur tengah kota," kata dia.

Namun, lanjut Sultan, tentu lewat jalur alternatif ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi pemudik yang belum hafal jalur Yogyakarta. Oleh sebab itu Sultan berharap nanti ada gabungan dari TNI/POLRI untuk membantu mengarahkan sehingga kemungkinan kemacetan bisa diurai.

“Pemudik yang tidak berencana stay di Jogja tapi hanya lewat itu jangan diarahkan ke tengah kota," kata dia.

"Tapi bisa diarahkan misalanya dia datang dari arah timur atau jalur Prambanan mau ke Magelang atau Purworejo ya dibelokkan ke kanan atau ke kiri lewat jalur lingkar," kata dia.

Demikian juga yang datang dari barat atau arah Purworejo mau ke Solo atau Surabaya, tidak perlu harus lewat tengah kota.

Selain itu, untuk mengantisipasi kemacetan di jalur jalur wisata, segala alternatif akan dilakukan. Bisa menggunakan konsep one way ataupun juga ada penutupan sementara, pembukaan sementara dan sebagainya. Konsep ini akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan

Kepolisian DIY memprediksikan aebanyak 3,9 juta orang diprediksi akan datang ke DIY pada Idul Fitri 1443 Tahun 2022 ini. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah penduduk tetap DIY, yang berada di kisaran 3,7 jiwa, sehingga diperlukan berbagai langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan.

Sri Sultan menuturkan, pemudik biasa belum akan memadati tempat wisata pada hari pertama Lebaran. Namun, tujuan wisata akan mulai dipadati pengunjung pada H+2 dan hari berikutnya hingga waktu liburan berakhir. 

“Biasa pas Lebaran sepi karakternya seperti itu, hanya saling berkunjung saja ke sanak famili. Nah ini yang kita akan koordinasi dengan kabupaten kota terkait dengan antisipasi segala kemungkinan,” ungkap Sultan.

Kapolda DIY Inspektur Jenderal Polisi Asep Suhendar menjelaskan, pengamanan Idul Fitri kali ini Polda DIY akan menurunkan personel gabungan sejumlah 3775 personel yaitu terdiri dari 1932 personel Polri dan 1843 dari instansi terkait.

Selain itu  Korem juga menyiapkan 3000 personel itu on call yang ada di Koramil termasuk di Kodim dan di batalyon.

"Semua personil sudah disiapkan di pos pengamanan," kata Asep. (Dho/Ian)
Advertisement

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.