-->
Tolak Kenaikan Cukai, Buruh Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Bakal Longmarch ke Istana Negara
Tolak Kenaikan Cukai, Buruh Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Bakal Longmarch ke Istana Negara

Tolak Kenaikan Cukai, Buruh Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Bakal Longmarch ke Istana Negara




JOGJAGRID.COM : Kalangan buruh pabrik rokok dan petani tembakau bakal mengadakan aksi ke Istana Kepresidenan di Jakarta. 

Mereka akan mengantarkan lukisan karya MN Prabowo, seorang petani yang juga seniman sebagai bentuk protes atas rencana kenaikan cukai tembakau.

"Aksi di istana nanti rencananya hanya diikuti perwakilan daerah, sekitar 100 orang saja, dari perwakilan buruh pabrik rokok dan petani tembakau dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Barat," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FPS RTMM SPSI), Sudarto dalam konferensi pers di RM Ingkung Grobog Yogyakarta, Selasa (5/10/2021).

Ia menjelaskan aksi itu berupa prosesi long march dari Jalan Ciracas Jakarta Timur kantor PP FPS RTMM SPSI menuju Istana,  jaraknya sekitar 30 kilometer.

Didampingi Ketua PD FPS RTMM DIY, Waljid Budi Lestarianto, Sudarto menjelaskan aksi ini sebagai bentuk tindak lanjut aspirasi petani dan buruh pabrik rokok. “Masalah siapa yang akan menerima lukisan, kami belum berani bicara. Surat sudah kami kirim. Itu bentuk kongkret perjuangan RTMM yang tidak lelah menolak rencana kenaikan cukai,” paparnya.

Kenaikan cukai dinilai sangat merugikan tenaga kerja khususnya buruh pabrik rokok SKT (Sigaret  Kretek Tangan) yang menerima upah berdasarkan jumlah. Apabila produksi terganggu maka penghasilan mereka otomatis turun.

Dalam situasi pandemi, pabrik rokok terpaksa mengatur jarak kerja dan shift bahkan sebagian dirumahkan. “Dampak kenaikan cukai luar biasa. 6.000 orang per tahun anggota kami berkurang. Fakta, korban sudah berjatuhan tapi tidak ada prinsip keadilan. Korban paling berat adalah buruh tani dan rokok,” kata Sudarto.

Kondisi ini jelas sangat memerlukan perhatian serius pemerintah. PP FPS RTMM SPSI tak lelah melakukan lobi melalui surat resmi maupun audiensi serta berbagai gerakan penolakan kenaikan cukai tembakau, termasuk petisi online yang sudah memperoleh dukungan 24 ribu lebih.

“Buruh rokok minta keadilan. Sepuluh orang saja terkena PHK itu sudah bisa disebut PHK massal. Advokasi secara masif terus kita lakukan karena anggota kami yang menjadi korban tidak sedikit. Mereka dirumahkan atau menerima upah tidak sesuai upah minimum. Mudah-mudahan terketuk hati Pak Presiden. Harapan kita, paling tidak minta pertanggungjawaban atas hilangnya ribuan pekerjaan,” tegasnya.

Waljid Budi Lestariono menambahkan rencana penyerahan lukisan untuk Presiden Joko Widodo itu sebagai gambaran keresahan petani tembakau dan buruh pabrik rokok yang saat ini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

"PD RTMM DIY, Jateng, Jatim, Jabar menitipkan lukisan ke Pak Sudarto untuk diserahkan ke Pak Jokowi sebagai wujud bahwa kami sudah tidak bisa ngomong apa-apa lagi atas rencana kenaikan cukai tembakau. Mudah-mudahan bisa diterima presiden dan dapat respons,” kata dia.
SKT merupakan padat karya yang mampu menyerap banyak pekerja, 90 persen perempuan dengan pendidikan terbatas. “Jika cukai IHT (Industri Hasil Tembakau ) dinaikkan akan berdampak meresahkan kami,” tambahnya.

Sudarto maupun Waljid sepakat tidak akan berhenti menyuarakan aspirasi untuk mengetuk hati presiden. Hal ini karena mata rantai IHT sangat banyak. Begitu IHT terjadi masalah maka rentetannya sangat  panjang. “Ada penitipan motor dan lain-lain. SKT itu kayak sunset. Jika tidak naik kami bisa bernafas. Negara wajib hadir melindungi,” kata Sudarto.
Pabrik rokok terbanyak terdapat di Jawa Timur disusul Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY dan Sumatera Utara. Di DIY sendiri terdapat enam pabrik rokok SKT dengan jumlah pekerja yang resmi terdaftar nama beserta alamatnya sejumlah 4.997 orang. (Din/Sal)
Advertisement

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.