-->
Penerimaan Mahasiswa Baru 2021-2022, ISI Yogya Gelar Sidang Senat Terbuka Terbatas
Penerimaan Mahasiswa Baru 2021-2022, ISI Yogya Gelar Sidang Senat Terbuka Terbatas

Penerimaan Mahasiswa Baru 2021-2022, ISI Yogya Gelar Sidang Senat Terbuka Terbatas




JOGJAGRID.COM : Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Terbatas dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021 -2022. 

Sidang Senat Terbuka Terbatas ini dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Agustus 2021, di Gedung Concert Hall ISI Yogyakarta, Pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB. Prosesi senat ini merupakan seremonial yang dilakukan sebagai bentuk penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2021-2022.

Sidang Senat Terbuka Terbatas dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021 -2022 memiliki beberapa  agenda penting yaitu Laporan Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Seni Indonesia Yogyakarta tahun Akademik 2020 – 2021 yang akan disampaikan oleh Dr. Stepanus Hanggar Budi Prasetya, S.Sn., M.Si. selaku Pembantu Rektor I ISI Yogyakarta, Sambutan Rektor ISI Yogyakarta oleh Prof. Dr. M. Agus Burhan M.Hum., pemakaian jaket almamater dan penyerahan kartu mahasiswa secara simbolis oleh Ketua Senat ISI Yogyakarta. 

Setelah prosesi Sidang Senat Terbuka Terbatas acara akan dilanjutkan dengan Kuliah Umum dengan tema  ‘’Kebangkitan Seni di Era New Normal’’  yang akan disampaikan oleh Prof. Dr. Kasidi, M.Sn.
Pada  Tahun Akademik 2021-2022, 

ISI Yogyakarta menerima mahasiswa baru dengan jumlah 1.365 mahasiswa. Mahasiswa tersebut akan studi di program Diploma III, Diploma IV, Strata 1, Strata  2 dan Strata 3 yang ada di lingkungan ISI Yogyakarta. 

Dari jumlah mahasiswa yang diterima tersebut,  491 mahasiswa akan  berstudi di Fakultas Seni Pertunjukan, 517 mahasiswa akan belajar Fakultas Seni Rupa, sebanyak 255 mahasiswa studi Fakultas Seni Media Rekam dan 102 mahasiswa akan melanjutkan studi di Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. 

Mahasiswa baru yang diterima ISI Yogyakarta pata tahun akademik 2021/2022  berasal dari 31 Provinsi yang ada di Indonesia dan luar negeri.

Mahasiswa baru Di Tahun akademik 2021/2022  ini diperoleh dari  tiga sistem seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru, yaitu SNMPTN sebanyak 30%, SBMPTN sebanyak 40%, dan Mandiri sebanyak 30%. Pendaftar  pada jalur SNMPTN sejumlah 2.399 orang pendaftar,  animo pendaftar SBMPTN sejumlah 5.026 orang pendaftar, dan animo pendaftar jalur Mandiri sejumlah 3.178 orang pendaftar. 

Dari keseluruhan jalur tersebut jika digabungkan data pendaftar maupun diterima, secara keseluruhan dapat disampaikan dari 1.385 kuota yang disediakan, pendaftar di ISI Yogyakarta berjumlah 10.770, calon mahasiswa diterima dan telah  registrasi yang hari ini telah syah menjadi mahasiswa ISI Yogyakarta berjumlah 1.365. Ini artinya tingkat keketatan seleksi penerimaan mahasiswa baru adalah 1 : 8, artinya satu kursi untuk menjadi mahasiswa di ISI Yogyakarta diperebutkan oleh 8 orang. 

Bahkan diprodi tertentu, yaitu Disain Komunikasi Visual, tingkat keketatan mencapai 1 : 40. 
Pada tahun 2021 ini, ISI Yogyakarta mendapat kuota beasiswa KIPK (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) baik melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi maupun aspirasi sebanyak 319 orang. 

Dari sejumlah tersebut, baru terpenuhi 163 mahasiswa dan masih memiliki 156 kuota yang belum terisi. Untuk itu bagi bagi mahasiswa baru ISI Yogyakarta yang sangat membutuhkan beasiswa KIPK dapat segera mendaftar secara online melalui website https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id paling lambat tanggal 17 September 2021.

Dari jumlah animo pendaftar yang begitu besar dan sebaran asal mahasiswa yang dari dalam maupun luar negeri,  ISI Yogyakarta patut berbangka karena  menjadi tujuan utama bagi calon-calon mahasiswa baru untuk belajar seni dan budaya  Indonesia. 

Dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru  ISI Yogyakarta tetap memakai standar penerimaan yang ketat, mempertimbangkan kouta dan  realitas keterbatasan sarana, prasarana, dan jumlah dosen (SDM). Semoga dengan proses seleksi yang ketat, mempertimbang kouta dan realitas keterbatasan sarana, prasarana diharapkan ISI Yogyakarta mampu menghasilkan SDM bidang seni yang unggul. (Hanang/Taufik)
                      
Advertisement

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.