Implementasi Toleransi di Kota Yogyakarta berbasis Ecotourism dalam mendukung terwujudnya Lumbung Mataraman
Implementasi Toleransi di Kota Yogyakarta berbasis Ecotourism dalam mendukung terwujudnya Lumbung Mataraman

Implementasi Toleransi di Kota Yogyakarta berbasis Ecotourism dalam mendukung terwujudnya Lumbung Mataraman




JOGJAGRID.COM: Pandemi Covid 19 merupakan bencana global yang dirasakan oleh seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Oleh sebab itu, pada tahun 2020 merupakan tahun kontemplasi dalam merencanakan serta pelaksanaan program pembangunan kewilayahan yang didukung dengan semangat toleransi dan gotong royong.

Semangat toleransi dan gotong royong tersebut disampaikan dalam pertemuan antara H. Danang Rudiyatmoko selaku Ketua DPRD Kota Yogyakarta dengan Romo Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta serta jajaran Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) DIY di Gereja Kidulloji, Sabtu (14/11). 

Di dalam pertemuan tersebut, H. Danang Rudiyatmoko menyebutkan bahwa dimasa pandemi covid19 serta pasca pandemi ada suatu keteladanan sikap dari saudara umat Katolik di Kevikepan DIY. Wujud keteladanan tersebut berupa hasil kontemplasi untuk melakukan hidup yang seimbang antara kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada sesama, kepada alam.

H. Danang Rudiyatmoko menyebutkan secara nyata Implementasi kehidupan yang seimbang tersebut yang dilakukan oleh saudara umat katolik melalui dibangun serta dikembangkannya Omah Paseduluran (OP). OP yang di inisiasi oleh Kevikepan DIY menjadi contoh dalam mengembangkan Ecotourism serta mampu menjadi laboratorium edukasi baik di pendidikan formil maupun pendidikan kemasyarakaran. Semangat edukasi pendidikan kemasyarakatan dalam hal ini karena Omah Paseduluran selalu aktif dalam menyebarkan semangat Toleransi dan gotong royong dalam wujud kehidupan  bertani, berkebun serta mengandalkan kembalinya fungsi sosial dalam proses kehidupan menggereja, berbangsa, bermasyarakat dan bernegara untuk kemaslahatan kesejahteraan warga.

Kevikepan DIY dalam hal ini Rm. Maradio dalam sambutannya menyebutkan bahwa peran serta gereja secara nyata dalam kondisi saat ini harus tetap mengedepankan prinsip solidaritas dan gotong royong dengan semua pihak termasuk dengan pihak pemerintah dalam hal ini Ketua DPRD Kota Yogyakarta.

Selain itu, H. Danang Rudiyatmoko mengajak seluruh umat katolik di Kevikepan DIY menginjak masa Adven ini untuk tetap menjaga kehidupan toleransi yang menjadi ruh dalam kehidupan menggereja. Selain itu, Danang juga berpesan dalam menyambut hari raya Natal 2020, umat katolik dalam menjalankan ibadah Misa Natal tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Danang Rudiyatmoko dan Kevikepan DIY bertekad bersama membangun ketahanan pangan di Kota Yogyakarta. Selain itu, dengan adanya ketahanan pangan yang dibentuk oleh Kevikepan DIY mampu membantu Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mewujudkan Lumbung Mataram yang sesungguhnya. (Fin)
Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.