-->
'Hidup Tapi Mati', Protes Gelisah Paralakon Soal Alam
'Hidup Tapi Mati', Protes Gelisah Paralakon Soal Alam

'Hidup Tapi Mati', Protes Gelisah Paralakon Soal Alam


Penggalan klip single Hidup Tapi Mati Paralakon


JOGJAGRID.COM : Kelompok musik 
indie asal Yogya Paralakon, menyapa publik dengan single kelima 'HTM' (Hidup Tapi Mati) Juni 2020 ini.

Tak main main, grup yang digawangi DP Getso (penulis lirik dan vokalis), Ardie Boy (arranger), Jati Biru (sound engineer, drummer) dan Inner Pixel (artisan audio visual) itu turut membesut video klip terbarunya dengan ciamik dan enak dinikmati.

Single 'HTM' ini lahir setelah single pertama 'THR' (Tentang Hati Resah) tahun 2017, disusuli single kedua 'SMP' (Satu Merah Putih), 17 Agustus 2018 serta single ketiga 'Menari Ja'i' dan single keempat 'Kota Kupang' pada tahun 2019 lalu.

Paralakon menyatakan lagu 'HTM' (Hidup Tapi Mati) ini mereka menyorot tema alam. 

"Ini adalah kegelisahan dari apa yang terjadi di sekitar kita, di mana banyak sekali sampah dalam arti yang sebenarnya yang membuat alam semakin kotor dengan polusi, menjadi beban bagi lingkungan hidup yang semakin serius dampaknya," kata DP Getso Sabtu 13 Juni 2020.

Semua tidak pernah sadar sampah-sampah itu mengancam kehidupan, bahkan para politisi, pejabat dan siapapun yang seharusnya punya peran, jarang ada yang peduli terhadap ancaman sampah-sampah yang semakin menumpuk itu.

"Semua hanya peduli dengan kepentingan untuk menyelamatkan diri masing-masing, tak ada lagi nurani yang peduli, seolah kita hidup tapi sebenarnya mati," kata Getso pula.

Menurut Getso, lagu 'HTM' punya misi agar semakin banyak orang tersadar untuk melihat kembali nuraninya, menyadari situasi yang berkembang di sekelilingnya yang menuntut kepedulian agar semua bisa sama-sama menjaga untuk memperbaiki keadaan, memperbaiki lingkungan, memperbaiki kualitas kehidupan, menjaga dan menciptakan bumi yang ramah sebagai tempat tinggal bersama.

Seburuk apa perlakuan manusia kepada alam, menurut Getso, paling mudah adalah dengan melihat apa yang terjadi di alam dan berdampak langsung kepada manusia. Seharusnya alam menghidupi, namun saat ini alam tidak semudah dulu menghidupi, sumber-sumber air banyak yang kering, dunia semakin panas, bencana semakin banyak. Apabila manusia di posisi alam, kita akan merasakan hal yang sama bahwa keberadaan manusia yang tidak merawat kehidupan, manusia adalah bencana bagi alam.

Penggalan klip single Hidup Tapi Mati Paralakon

Karya Paralakon ini digarap secara cepat. "Kami sangat terbantu dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, bahkan jarak dan waktu sama sekali bukan halangan untuk menghasilkan karya melalui kolaborasi ini, diskusi melalui online _chat_, _sharing progress file_ sampai video _call_, sehingga dalam waktu relatif singkat berhasil menyelesaikan karya kolaborasi ini," katanya.

Getso mengakui, Paralakon terinspirasi banyak karya dari para YouTuber. Namun sebaliknya, Getso berharap karya Paralakon menginspirasi lebih banyak pelaku kreatif untuk menghasilkan karya yang diunggah di YouTube. "Teknologi telah membuka ruang bagi lebih banyak pelaku kreatif untuk menghasilkan karya," katanya pula.

Konsep video 'HTM' ini dibikin berbeda. "Dasarnya adalah konsep _double exposure_, apa yang ingin dicapai dari visualisasinya bisa sejalan dengan pesan lagu dan relevan dengan kondisi saat ini. Dalam situasi pandemi Korona, beberapa _frame_ menampilkan kondisi pandemi yang divisualisasikan dengan tanaman yang sedang disiram air agar pertumbuhannya semakin baik sebagai simbol harapan bila semua bisa merawat kehidupan," katanya.

Artisan audio visual, Inner Pixel mengatakan, video HTM dikemas dengan teknik _double exposure_ agar impresinya sampai pada penonton. "Prosesnya sekitar tiga minggu, karena pengerjaannya banyak di komputer, sedangkan pengambilan gambar terhitung tiga hari," jelasnya.

Menurut Inner Pixel, video dalam sebuah karya musik itu menambah sudut pandang yang lain tentang lirik yang ada pada lagu. Artinya, tidak semua visual mengikuti lirik lagu tapi ada interpretasi mengenai lirik, sehingga akan memperkaya sebuah lagu.
"Audio dan visual itu memiliki impresi dan kedalaman yang berbeda. Tidak semua visual menjadi verbal pada video HTM, banyak metafora dan simbol ditampilkan agar menjadi suatu produk yang layak," katanya.
Video dan lagu Paralakon, lanjutnya, selalu bersinergi memperkuat masing-masing elemen sehingga menjadikan karya tersebut tunggal.

DP Getso menambahkan, konsep 'HTM' masih sama dengan karya terdahulu. "Paralakon tetap konsisten mengusung tema alam, manusia dan budaya. Yang berbeda di HTM adalah lirik lagu yang bermakna kuat, dengan penggunaan frasa lirik yang akan memicu permenungan bagi siapa saja yang mendengarnya, menyentuh nurani masing-masing untuk peka, untuk peduli dengan apa yang saat ini terjadi di sekitar kita dan mulai bertindak dengan menjaga kehidupan," katanya.

Untuk menikmati lagu 'Hidup Tapi Mati' bisa dibuka di YouTube Paralakon Paralakon Official atau link berikut https://m.youtube.com/watch?v=MOgLfEkSK1U&feature=youtu.be

Aji Wahyu

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.