JOGJAGRID.COM : Di tengah era digital yang membuat anak-anak dan orang dewasa tidak pernah lepas dari layar gawai, permainan tradisional masih menyimpan ruang untuk menghadirkan tawa, gerak, dan kebersamaan.
Semangat inilah yang dihadirkan Museum Benteng Vredeburg dalam Festival Dolanan Anak PlayOn (baca: pla-yon, bahasa Jawa) sebuah program liburan yang mengajak masyarakat untuk kembali merasakan serunya bermain bersama.
Diselenggarakan pada 24 Juni–28 Juli 2026 di halaman barat Museum Benteng Vredeburg, Festival Dolanan Anak PlayOn menjadi pilihan wisata edukasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pengunjung mengenal kembali kekayaan permainan tradisional Indonesia.
Sebanyak 15 dolanan tradisional hadir untuk dimainkan bersama, mulai dari gasing, egrang, bakiak, bekel, gatheng, benthik, yeye, bas-basan, jamuran, dingklik oglak-aglik, gobak sodor, engklek, ancak-ancak alis, dan cublak-cublak suweng. Setiap permainan menyimpan cerita, nilai, dan pengalaman yang mengajak anak-anak maupun orang dewasa untuk bergerak aktif, melatih keterampilan, serta membangun interaksi sosial. Meninggalkan sejenak ramainya dunia virtual yang penuh dengan notifikasi untuk hadir langsung di dunia nyata.
Keseruan PlayOn juga hadir melalui berbagai program pendukung yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkunjung yang lebih interaktif. Pengunjung dapat mengikuti Detektif Vredeburg dan VredeQuest, permainan eksplorasi untuk mengungkap cerita sejarah di dalam diorama museum.
Bagi pengunjung yang menyukai tantangan, tersedia Bingo Stamp Hunt, kegiatan mengumpulkan cap dari berbagai dolanan yang sudah dimainkan untuk mendapatkan pengalaman bermain yang lebih seru dan menantang.
Tidak hanya itu, PlayOn juga menghadirkan pemutaran film pendek bertema kebudayaan Indonesia, Workshop Kerajinan untuk mengasah kreativitas, Panggung Dolanan sebagai ruang bermain dan berinteraksi bersama, serta Musikoloji yang menghadirkan suasana santai melalui lagu dan musik.
Mengusung tagline “Main Terus, Gerak Terus!”, Festival Dolanan Anak PlayOn membawa pesan bahwa bermain bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang. Bermain merupakan ruang untuk belajar, berimajinasi, mengenal budaya, dan membangun kedekatan dengan orang lain.
Ketua kegiatan, Rr. Muri Kurniawati, M.A., Pamong Budaya Ahli Madya Museum Benteng Vredeburg mengatakan bahwa melalui festival ini, pengunjung diajak untuk kembali menemukan kegembiraan sederhana yang mungkin mulai terlupakan: lari-larian, tertawa bersama teman, bekerja sama dalam permainan, dan menikmati momen tanpa batas usia.
Bermain tidak pernah mengenal kata ‘tua’. Di PlayOn, anak-anak dapat terus bereksplorasi, sementara orang dewasa mendapat kesempatan untuk kembali mengenang masa kecilnya. Sebuah ruang tempat generasi bertemu melalui permainan, cerita, dan kebahagiaan yang sama.
Muri berharap Festival Dolanan Anak PlayOn yang hadir selama masa libur sekolah dapat menjadi pilihan wisata edukasi yang atraktif dan menyenangkan bagi keluarga. Menurutnya, pengalaman berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg tidak hanya sebatas melihat koleksi sejarah, tetapi juga menciptakan kesan dan kenangan berharga bagi orang tua dan anak-anak.
Selain menghadirkan berbagai program interaktif melalui PlayOn, Museum Benteng Vredeburg juga memiliki fasilitas playground yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh pengunjung. Area bermain ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk bergerak bebas, bereksplorasi, dan menikmati pengalaman bermain yang menyenangkan di lingkungan museum.
Muri menambahkan bahwa keberadaan playground semakin memperkuat citra Museum Benteng Vredeburg sebagai destinasi wisata edukasi yang ramah anak, atraktif, dan menghibur bagi seluruh anggota keluarga.
“Melalui kegiatan PlayOn dan adanya fasilitas playground ini, kami ingin menunjukkan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat untuk melihat dan belajar sejarah, tetapi juga menjadi ruang yang nyaman untuk bermain, berinteraksi, dan menciptakan kenangan bersama keluarga. Harapannya, setiap kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi orang tua maupun anak-anak,” tutup Muri
