JOGJAGRID.COM – PT Al Anshor Madinah Barokah atau yang lebih dikenal dengan Al Anshor Tours kembali menunjukkan dedikasinya sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK) terkemuka dengan mempersiapkan keberangkatan 193 calon jemaah haji khusus untuk musim haji tahun 2026.
Angka tersebut mencakup 182 jemaah kuota pemerintah yang terdiri dari 88 laki-laki dan 105 perempuan, serta didampingi oleh 11 petugas haji termasuk empat orang tim dokter profesional.
Sejak mulai beroperasi pada tahun 2016, travel yang berkantor pusat di Jalan Mojo, Baciro, Yogyakarta ini secara konsisten menjaga kepercayaan publik dengan rata-rata memberangkatkan 150 hingga 200 jemaah setiap tahunnya, di mana total alumni hingga kini mencapai sekitar 2.000 jemaah yang tetap terikat dalam silaturahmi melalui pengajian rutin bulanan di Masjid Al Ghozali Yogyakarta.
Direktur Utama Al Anshor Tours, Drs. H. Ghozali Mukri, mengungkapkan rasa syukurnya atas amanah yang terus diberikan masyarakat selama satu dekade ini, dengan jemaah yang tersebar dari berbagai wilayah seperti DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Jakarta, hingga Palembang.
Beliau menjelaskan bahwa jemaah dijadwalkan terbang menuju Jeddah pada 4 Mei 2026 pukul 00.22 WIB menggunakan maskapai Saudi Arabia setelah sempat transit di Jakarta, dan akan mendarat pada pukul 06.25 waktu setempat. Selama di tanah suci, jemaah akan mendapatkan fasilitas akomodasi premium seperti Hotel Darut Taqwa di Madinah dan Hotel As Sofa di Mekkah, serta penggunaan kereta untuk mobilisasi antar kota suci, hingga mabit di zona A paket A di wilayah Mina dan Arafah sebelum dijadwalkan kembali ke tanah air pada 6 Juni mendatang.
“Alhamdulillah, dari total 193 jemaah ini, kami merinci ada 119 orang dari DIY-Jateng, 50 orang dari Kaltim, 13 orang dari Jatim termasuk jemaah dari Pacitan dan Lamongan, serta dari Jakarta dan Palembang yang nantinya akan diberangkatkan dari daerah masing-masing via Juanda, Yogyakarta, dan Balikpapan. Fokus utama kami bukan hanya pada fasilitas fisik seperti seragam dan koper, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual melalui kurikulum manasik yang mencapai lebih dari 100 jam bimbingan guna menjamin kekhusyukan, kenyamanan, serta keamanan jemaah selama menjalankan rukun Islam kelima ini,” ujar Ustadz Ghozali dalam acara Pemantapan Manasik Haji Khusus yang digelar di Prima SR Hotel Sleman pada 28-29 Maret 2026.
Acara puncak pembekalan tersebut dibuka secara resmi oleh Drs. H. Jauhar Mustofa, M.Si selaku Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Provinsi DIY, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kemandirian jemaah di tengah berbagai perubahan regulasi besar di Arab Saudi. Jauhar mengingatkan bahwa sejak Oktober 2025, Kementerian Haji dan Umrah telah berdiri sebagai instansi mandiri sesuai UU Nomor 14 Tahun 2025, sehingga jemaah dituntut untuk lebih aktif memahami sistem berbasis waiting list dan penggunaan teknologi digital seperti Nusukh Card yang telah masif diterapkan. Ia juga mengapresiasi Al Anshor Tours yang tetap mempertahankan paket layanan Arbain yang kini ditiadakan pada haji reguler demi menekan biaya, sembari mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan mengingat angka kematian jemaah Indonesia yang cukup tinggi pada tahun sebelumnya.
“Saya sangat mengapresiasi upaya Al Anshor Tours dalam memberikan bimbingan yang sangat komprehensif mulai dari fikih, kesehatan hingga aspek psikologis sejak Juli 2025 lalu, karena ibadah haji ini sangat dinamis dan jemaah harus siap menyesuaikan diri dengan kebijakan Arab Saudi yang ingin membangun Mekkah sebagai smart city. Kami berpesan agar seluruh jemaah mematuhi aturan kedua negara, menjaga nama baik sebagai duta Indonesia, serta memanfaatkan bekal ilmu ini untuk menjadi haji yang mandiri dan meraih predikat mabrur yang tidak hanya bersifat ritual di tanah suci, namun juga membawa dampak sosial saat kembali ke tanah air kelak,” tegas Jauhar Mustofa menutup arahannya.
