-->
Penyalahgunaan Bansos Untuk Kampanye, YEW: Periksa Semua Yang Terlibat !
Penyalahgunaan Bansos Untuk Kampanye, YEW: Periksa Semua Yang Terlibat !

Penyalahgunaan Bansos Untuk Kampanye, YEW: Periksa Semua Yang Terlibat !

 



JOGJAGRID.COM : Indikasi pasangan calon kepala daerah yang menggunakan bantuan sosial untuk warga terdampak pandemi Covid-19 demi pemenangan Pilkada 2020 benar benar menciderai demokrasi.

Oleh sebab itu, Yogyakarta Executive Watch (YEW) meminta masyarakat di tiga kabupaten Daerah Istimewa Yogyakarta yang besok Rabu (9/12) mencoblos dapat menentukan pilihannya dengan cerdas. Penggunaan bantuan sosial oleh satu pasangan calon (Paslon) bukan cara berdemokrasi yang elegan.

Ketua Yogyakarta Executive Watch (YEW) Fajar Mulia menyatakan selama masa kampanye pihaknya menemukan berbagai indikasi kecurangan oleh salah satu paslon di dan merata di semua daerah yang melaksanakan pilkada tahun ini.

“Indikasi kecurangan yang kami temukan yaitu adanya program pemerintah yang disalahgunakan untuk kampanye salah satu paslon. Bahkan kami menemukan bansos yang mencatut foto Sri Sultan Hamengku Buwono X dan putrinya,” kata Fajar, Selasa (8/12).

Kecurangan menumpak program pemerintah ini, lazim disebut politik ‘Gentong Babi’, menurut YEW adalah bentuk penyelewengan yang mengarah ke korupsi. Penyalahgunaan bansos ini secara nyata dipergunakan untuk mempengaruhi pemilih untuk memberikan suaranya kepada satu paslon.

Karena adanya indikasi korupsi oleh paslon, YEW meminta lembaga negara anti korupsi untuk mengawasi dan menyelidiki kemungkinan berperannya oknum di organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat.

 “Kami tidak mendiskreditkan satu paslon, namun semua sudah tahu dari pemberitaan dan media sosial. Kami ingin mengingatkan masyarakat memilih paslon yang memiliki kredibilitas, integritas, untuk mengelola pemerintah daerah ke depan secara bersih dan bertanggung jawab, serta berkomitmen mewujudkan good and clean governance,” kata Fajar.

Sekretaris Executive YEW Prawoto Priyo Hartono menilai cara-cara mendompleng bansos pemerintah adalah bentuk berdemokrasi yang tidak elegan. Pasalnya demokrasi yang benar adalah melakukan politik adu gagasan dan adu rencana untuk menarik simpati masyarakat.

“Kami menginginkan masyarakat menjatuhkan pilihannya kepada pimpinan yang menumbuhsuburkan budaya korupsi. YEW akan mengawasi terus perilaku yang mengarah korupsi dan berusaha menemukan bukti untuk diproses hukum,” jelasnya. (Vinia)

Advertisement

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.