'Ngluwihi Lan Mbagehi' : Cara Unik Warga Jogja Peduli Di Masa Pandemi
'Ngluwihi Lan Mbagehi' : Cara Unik Warga Jogja Peduli Di Masa Pandemi

'Ngluwihi Lan Mbagehi' : Cara Unik Warga Jogja Peduli Di Masa Pandemi




JOGJAGRID.COM : Sikap solidaritas di tengah pandemi Covid-19 ditunjukkan warga Kelurahan Semaki melalui aksi “Ngluwihi lan Mbagehi” dengan tujuan membantu meringankan beban sesama warga.

Selain itu, warga juga meluncurkan gerakan relawan hijau, relawan sehat dan Dapur Covid Semaki Gede.

Ketua RT 018 Kelurahan Semaki Priyono menerangkan, kegiatan tersebut merupakan murni swadaya masyarakat RW 06 Kelurahan Semaki dengan semangat kebersamaan dalam waktu satu minggu sudah bisa membuat gerakan itu.

“Dengan saling membagi kita mencoba juga untuk melakukan gerakan nglarisi di wilayah kita, kembalian saat membeli tidak dikembalikan namun digunakan untuk menyokong warga yang tidak mampu,” ucapnya, Jumat (26/6/2020).

Dikatakan, terkait “mbagehi” warga juga sudah membentuk dapur covid semaki gede yang difungsikan untuk memasak dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

“Setiap Jumat warga memasak di dapur ini kemudian dibagikan kepada yang membutuhkan, selain itu kita juga menyediakan untuk lansia dan balita dengan jumlah totalnya 70 orang,” jelasnya.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengapresiasi semangat warga Semaki dalam bergotorng royong saling membantu antar sesama.

“Sekarang sudah banyak kampung yang melakukan gerakan “Ngluwihi lan Mbagehi dan ini bagian yang mengapa Yogyakarta itu nampaknya selalu kuat dalam menghadapi bencana karena semua itu didorong kebersamaan dan partisipasi masyarkat,” kata Heroe.

Ia menjelaskan bahwa berbagi tidak harus banyak, meski sedikit kalau dilakukan secara bersama-sama sudah sangat bagus. “Nambahi lima ribu atau seribu juga berbagi, misal harganya Rp.2500 dan membayar Rp3000 juga sudah berbagi, tidak perlu malu ini sudah bagus,” jelasnya.

Menurutnya Resep Yogyakarta dalam menghadapi setiap masalah adalah dengan melibatkan masyarakat. Yogyakarta bisa eksis karena semua hal dihadapi bersama sama, itu yang tidak bisa digantikan orang lain.

“Maka inspirasi yang dari semaki gede ngluwi lan mbagehi itulah yang bisa mudah dilihat berkembangnya dimana-mana. Ini bagian untuk mengatasi segalanya,” imbuhnya.

Pihaknya berharap gerakan kebersamaan berbagi tersebut bisa terus mewarnai masyarakat Yogyakarta, paling tidak sampai wabah Covid-19 sudah selesai dan kehidupan masyarakat pulih seperti semula.

“Kalau tidak berbagi dan saling peduli nanti akan mendapatkan banyak hal yang menyulitkan untuk bangkit dikemudian hari,” tuturnya.

Hal itu sudah dibuktikan ketika terjadi bencana gempa bumi, banyak yang memprediksi Yoyakarta akan kesulitan bangkit namun ternyata Yogyakarta justru bisa bangkit sangat cepat, hal itulah yang menurutnya menjadi optimisme bersama. 

(Han/Yok)

Advertisement banner

Baca juga:

Admin
Silakan ikuti kami di media sosial berikut.